Breaking News:

Berita Pati

Bupati Pati Haryanto Bersikukuh Belum Keluarkan Izin Pementasan Kesenian Terbuka

Meski para seniman terus menekan pemerintah daerah untuk memberi izin pementasan terbuka

Tribun Jateng/Mazka Hauzan Naufal
Bupati Pati Haryanto menyampaikan arahan dan imbauan terkait new normal di Ruang Pragolo Sekretariat Daerah Kabupaten Pati, Senin (13/7/2020). 

TRIBUNJATENG.COM, PATI - Meski para seniman terus menekan pemerintah daerah untuk memberi izin pementasan terbuka, Bupati Pati Haryanto bersikukuh pada pendiriannya.

Ia secara tegas menyampaikan bahwa izin pementasan belum bisa diberikan. Hal ini demi menghindari potensi penularan virus corona. Bahkan, menurutnya, keputusannya ini telah mendapat dukungan dari Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo.

Hal tersebut disampaikan Haryanto di Ruang Pragolo Sekretariat Daerah Kabupaten Pati, Senin (13/7/2020).

Meski melarang panggung terbuka, Haryanto menyebut, dalam penyelenggaraan ritual adat, antara lain sedekah bumi, kesenian yang merupakan "syarat wajib" boleh ditampilkan secara terbatas tanpa keramaian.

“Begitu pula yang punya hajatan di dalam gedung, dengan jumlah tamu maksimal 50 orang, bisa gunakan hiburan organ. Tapi kalau di panggung terbuka belum bisa. Siapa yang bisa mengendalikan (kerumunan massa) kalau panggung terbuka. Kan potensi penularan (corona) ini, rawan,” ujar dia.

Haryanto mengatakan, ketika ratusan seniman menggelar unjuk rasa di Alun-Alun Pati pada Kamis (9/7/2020) lalu, pihaknya langsung melapor pada Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo.

“Saya langsung lapor gubernur. Saya sampaikan bahwa saya didemo oleh para seniman yang meminta diberi izin pentas terbuka.

Namun, mengingat situasi pandemi ini, saya belum memperbolehkan. Pak Ganjar menjawab, ‘saya mendukung kebijakan daerah dalam rangka penanganan kesehatan.’ Jangan dianggap sepele masalah ini,” ungkap dia.

Ia menegaskan, kebijakan ini ia ambil semata-mata demi melindungi warga dari penularan Covid-19. Lagipula, sebut dia, hal ini tidak akan berlangsung selamanya. Ketika keadaan telah aman, ia tidak punya alasan untuk melarang panggung terbuka.

“Kalau kondisinya sudah aman, untuk apa saya halangi (seniman menggelar pentas terbuka-red). Orang nyambut gawe (bekerja) kok. Kita harus hati-hati betul. Kita mendukung ekonomi tetap jalan, tapi dengan batasan-batasan,” tegas Haryanto.

Ia menambahkan, dirinya juga belum mengizinkan sekolah-sekolah untuk melakukan pembelajran tatap muka. Ia hanya mengizinkan SMP dan SMA/sederajat untuk menggelar ospek atau pengenalan lingkungan bagi siswa baru. Itu pun aturannya ketat.

“Hanya boleh dilakukan satu kelas dalam sehari. Artinya, misal ada 12 kelas, pengenalan lingkungan untuk anak kelas 1 dilaksanakan selama 12 hari. Itu pun waktunya dibatasi, tidak berlarut-larut,” tandas Haryanto. (Mazka Hauzan Naufal)

Loker Lowongan Kerja Terbaru di Semarang, Senin 13 Juli 2020

Mencukur atau Mencabut Bulu Ketiak, Mana yang Lebih Baik?

FOKUS : Kabar Sekolah di Tahun Ajaran Baru

Penulis: Mazka Hauzan Naufal
Editor: Catur waskito Edy
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved