Breaking News:

Berita PSIS

Jelang Lanjutan Liga 1: Dragan Dkukanovic Sebut Pemain harus Digembleng Kembali Mulai dari Nol

Pelatih PSIS Semarang, Dragan Djukanovic berharap agar manajemen bisa segera memberi kejelasan mengenai persiapan tim

TRIBUN JATENG/FRANCISKUS ARIEL
Dragan Djukanovic memberi arahan kepada pemain PSIS Semarang di sela-sela latihan tim, Jumat (14/2/2020). 

TRIBUNJATENG.COM, SEMARANG -- Pelatih PSIS Semarang, Dragan Djukanovic berharap agar manajemen bisa segera memberi kejelasan mengenai persiapan tim menjelang dilanjutkannya kompetisi Liga 1 pada 1 Oktober mendatang.

Bahkan, menurut Dragan, ia sudah meminta manajemen untuk segera memutuskan terkait pemanggilan pemain dan persiapan tim menghadapi laga lanjutan Liga 1.

Seperti diketahui, pada pertengahan Maret silam, pemain PSIS diminta menjalani latihan mandiri di rumah masing-masing sehubungan dengan kompetisi Liga 1 2020 yang dihentikan sementara pada pekan ketiga karena situasi pandemi covid-19.

Dragan Djukanovic yang merupakan pelatih asal Montenegro itu berharap latihan bisa digelar pada 1 Agustus. Artinya, dua bulan sebelum kompetisi. Ia menjelaskan, persiapan dua bulan merupakan waktu ideal sebab para pemain tak berlatih secara intensif selama berlatih di rumah masing-masing.

Menurut Dragan, jika timnya tidak melakukan persiapan dengan baik, maka akan rentan timbul banyak masalah cedera saat kompetisi sudah berjalan. Apalagi, jika mengacu pada surat edaran ke klub peserta, kompetisi hanya berlangsung selama lima bulan dan harus memainkan 31 laga.

"60 hari adalah situasi minimal untuk melakukan persiapan atau masa pra musim. Pemain membutuhkan waktu untuk daptasi untuk berlatih sepakbola. Dua minggu awal untuk meningkatkan kondisi fisik, dan setelah itu kami butuh enam sampai tujuh minggu untuk berlatih dengan latihan keras secara normal," kata Dragan, Senin (13/7/2020) kemarin.

Sementara itu, CEO PSIS Semarang, Yoyok Sukawi mengatakan timnya belum bisa memutuskan kapan latihan akan segera di mulai, sebab manajemen belum bisa menentukan Rancangan Anggaran Belanja (RAB). Hal itu disebabkan karena belum adanya kepastian dari PT. Liga Indonesia Baru (LIB) terkait pencairan uang hak komersial.

Dikatakan lelaki yang juga merupakan anggota DPR RI komisi sepuluh tersebut, uang dari hak komersial sangat diperlukan, mengingat minimnya pemasukan klub karena masa pandemi ini.

"Kami menunggu hak komersialnya ini bagaimana kejelasannya. Kita belum tau nominalnya berapa. Kabarnya 800 juta, tapi 800 nya itu kapan. Yang kemarin pie?. Kalau tidak jelas kita tidak bisa berhitung," kata Yoyok.

"Nanti seandainya latihan semuanya, begitu latihan kita harus bayar gaji padahal pertandingan tanpa penonton. Tentu kita butuh uang," imbuhnya. (*)

Prakiraan Cuaca di Wilayah Tegal Selasa 14 Juli 2020, Waspada Hujan Lokal Pada Malam Hari

Jual Furniture, Elektronik Bekas dan Baru Semarang serta Iklan Kehilangan, Senin 13 Juli 2020

Jadwal Samsat Keliling Kabupaten Tegal Hari Ini, Selasa 14 Juli 2020 Ada di Empat Lokasi

Penyebab Pria 70 Tahun Meninggal di Semarang Terungkap, Ada Tiga Barang Ini di Kantong Celananya

Penulis: Franciskus Ariel Setiaputra
Editor: Catur waskito Edy
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved