Kamis, 9 April 2026
Wonosobo Hebat
Selamat Datang di Superhub Pemkab Wonosobo

Berita Sragen

Jelang Idul Adha, Disnakkan Sragen Cek Sapi Bali untuk Kurban

Jelang hari raya Idul Adha, Dinas Peternakan dan Perikanan (Disnakkan) Kabupaten Sragen lakukan pemeriksaan kepada hewan ternak.

TRIBUN JATENG/MAHFIRA PUTRI
Salah satu penampungan sapi milik Sutrisno di Desa Pengkok Kecamatan Kedawung Kabupaten Sragen 

TRIBUNJATENG.COM, SRAGEN - Jelang hari raya Idul Adha, Dinas Peternakan dan Perikanan (Disnakkan) Kabupaten Sragen lakukan pemeriksaan hewan ternak untuk kurban.

Pemeriksaan dilakukan khusus kepada sapi Bali yang berada di Desa Pengkok Kecamatan Kedawung, Sragen, Kamis (16/7/2020).

Staf Bidang Keswan Disnakkan Sragen, Suprapto menyampaikan pemeriksaan di Desa Pengkok dilakukan di empat lokasi penampungan sapi Bali.

"Hari ini memang kita khusus pemeriksaan di sapi Bali yang sapi lokal belum, tujuannya tentu pemeriksaan hewan itu sehat apa tidak, layak untuk daging kurban apa tidak," kata Prapto panggilan akrabnya.

Dirinya menuturkan beberapa syarat-syarat hewan kurban seperti tidak cacat fisik, sehat dan tidak cacat genetik harus dipenuhi hewan kurban.

"Kalau cacat fisik itu contohnya tidak pincang atau patah kaki atau patah tanduk kalau cacat genetik terutama di pelir isinya dua  terus tidak cacat termasuk telinga, kaki kan faktor genetik ada," kata Prapto.

Selain itu, masalah umur minimal dua tahun ditandai dengan tanggalnya minimal satu pasang gigi susu di hewan kurban sapi juga harus ada.

Sementara ketika ditanya mengenai larangan ternak Bali masuk Jateng oleh Kepala Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan Provinsi Jateng, Lalu Muhammad Syafriadi beberapa waktu lalu, Prapto menyampaikan larangan tersebut untuk memelihara ternak Bali.

"Larangan tersebut untuk dipelihara seterusnya, jadi nanti kalau sudah selesai kurban atau Idul Adha wajib dipotong atau dijual di rumah pemotongan hewan."

"Intinya harus dipotong, tidak boleh dipelihara di Sragen setelah kurban selesai ternak Bali itu harus selesai dalam arti dipotong tidak boleh diternak," katanya.

Sementara terkait pemeriksaan penyakit Jembrana, Prapto menyampaikan hingga kini tidak ada. Prapto menjelaskan sapi Bali ditakutkan bisa menulari sapi-sapi lokal karena sapi lokal tidak tahan.

"Sehingga kita lakukan pemeriksaan ini salah satunya itu agar tidak ada penyakit Jembrana dan lain-lain seperti belekan atau tidak, pemeriksaan fisik umur, kecacatan tubuh kesehatan secara menyeluruh," katanya. (uti)

Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved