Breaking News:

Berita Semarang

Laboratorium Lingkungan DLH Kabupaten Semarang Raih Akreditasi KAN

Laboratorium lingkungan Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Semarang mendapat sertifikat akreditasi komite akteditasi nasional (KAN).

IST
Bupati Mundjirin cek alat HVAS di DLH Kabupaten Semarang, Kamis (16/7/2020). 

TRIBUNJATENG.COM, UNGARAN - Laboratorium lingkungan Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Semarang mendapat sertifikat akreditasi komite akteditasi nasional (KAN).

Akreditasi itu terkait mutu pelayanan yang diberikan memenuhi standar nasional lingkungan.

Manajer mutu laboratorium lingkungan DLH Kabupaten Semarang, Laila Isnaina Fatimah, mengungkapkan, akreditasi tersebut membuat laboratorium lingkungan DLH Kabupaten Semarang menjadi satu dari dua laboratorium lingkungan di Jateng terakreditasi KAN.

Tangisan Jessica Iskandar: Tunda Nikah, Sepi Job, Ayah Kecelakaan Kini Idap Takikardia

Beredar Pesan Berantai Denda Tak Pakai Masker di Semarang, Polisi: Itu Tidak Benar

Perangkat Desa Ancam Tak Akan Serahkan Bansos Covid-19 jika Warga Tak Beri Uang

Update Virus Corona Kota Semarang Jumat 17 Juli 2020, Pedurungan Tertinggi Kedua Tembalang

"Baru dua di Jateng, milik DLH Kabupaten Semarang dan Pemprov Jateng," jelasnya, Kamis (16/7/2020).

Lewat akteditasi itu, Laila mengatakan saat ini pihaknya bisa melayani pengujian mutu lingkungan kepada berbagai pabrik di Kabupaten Semarang.

Total ada 24 parameter mutu lingkungan yang dapat diuji.

"Di antaranya uji mutu udara ambien serta uji limbah produksi," paparnya.

Sebelum memperoleh akreditasi KAN, ia mengungkapkan bagi pabrik yang mengajukan mutu lingkungan, pengujian dilakukan di laboratorium yang berada di luar Kabupaten Semarang.

Secara teknis, Laila menjelaskan, untuk uji mutu udara ambien dilakukan menggunakan alat yakni high volume air sampler (HVAS).

Alat ini mengukur angka indeks pencemaran udara di pabrik.

"Saat ini laboratorium lingkungan tersebut juga menjadi proyek percontohan pengembangan laboratorium lingkungan milik pemerintah," jelasnya.

Bupati Semarang, Mundjirin, menuturkan, laboratorium itu nantinya dapat menghasilkan data lingkungan valid.

"Data-data yang dihasilkan bisa dijadikan dasar pengambilan kebijakan pembangunan berwawasan lingkungan," ungkap dia. (Ahm)

Polimarin Ditarget Punya Pengajar dari Dunia Industri dan Perguruan Tinggi

Satpol PP Bakal Awasi Tempat Karaoke di Salatiga yang Mulai Beroperasi

Kemendikbud Minta Mahasiswa Kampus Vokasi Tak Hanya Mengejar IPK Tinggi

Pengangguran di Kabupaten Tegal Disebut Unik, Aribawa: Karena Mereka Pilih-pilih

Penulis: akbar hari mukti
Editor: muh radlis
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved