Berita Purbalingga

Bu Kades Bojanegara Purbalingga Resmi Ditahan Kasus Pungli Syukuran Pelantikan Perangkat Desa

Atas kasus tersebut, Polres Purbalingga menetapkan Kepala Desa Bojanegara Sugiarti menjadi tersangka.

Istimewa
Mapolres Purbalingga tahan Kades Bojanegara Sugiarti yang melakukan pungutan liara ada proses pelantikan perangkat desa. Kasus itu saat ini telah dilimpahkan ke Kejaksaan Negeri Purbalingga. 

TRIBUNJATENG.COM, PURBALINGGA - Pengungkapan kasus syukuran berbayar pada pelantikan di Desa Bojanegara Kecamatan Padamara terus belanjut.

Atas kasus tersebut, Polres Purbalingga menetapkan Kepala Desa Bojanegara Sugiarti menjadi tersangka.

Saat ini Mapolres Purbalingga telah melimpahkan tersangka dan barang bukti kasus pungutan liar (pungli) proses pelantikan perangkat desa yang dilakukan Kepala Desa Bojanegara, kepada Kejaksaan Negeri Purbalingga, Selasa (21/7/2020).

Innalillahi Wa Innailaihi Rojiun, Ibu & Anak Warga Ungaran Semarang Tewas Terlindas Bus Hino

Ancaman Komjen Listyo Sigit Prabowo Babat Habis Polisi Kongkalikong dengan Buronan Djoko Tjandra

6 ABG Isi Bensin Tak Mau Bayar di SPBU Ngaliyan Semarang, Pas Dikejar Pamerin Pedang

Banyak PNS Banjarnegara Digaji Malah Kluyuran Tak Jelas, Bikin Murka Bupati Budhi Sarwono Saat Sidak

Kasat Reskrim Polres Purbalingga AKP Meiyan Priyantoro, mengatakan bahwa berkas perkara kasus pungutan liar pelantikan perangkat desa Bojanegara dinyatakan lengkap oleh kejaksaan.

Oleh sebab itu, Mapolres Purbalingga melimpahkan kasus tersebut kepada Kejaksaan Negeri PurbaIingga.

"Sebelumnya kami sudah tetapkan Kepala Desa Bojanegara sebagai tersangka kasus pungutan liar pelantikan perangkat desa. Setelah berkas dinyatakan lengkap, hari ini kami limpahkan tersangka dan barang bukti ke Kejaksaan Negeri PurbaIingga untuk proses selanjutnya,"paparnya.

AKP Meiyan, mengatakan pungutan liar dilakukan tersangka yang merupakan pejabat Kepala Desa Bojanegara. Pungutan dilakukan dalam pelantikan perangkat desa.

"Hasil penyelidikan dan penyidikan, pelaku adalah satu orang dan merupakan inisiasi tersangka sendiri. Tersangka memungut uang dengan dalih untuk keperluan kebutuhan dan atau pembiayaan pelantikan karena tidak masuk dan tercatat dalam APBDes Tahun 2020," jelasnya.

AKP Meiyan menuturkan ada tiga perangkat desa terlantik yang menjadi korban pungutan liar tersebut.

Masing-masing perangkat desa terpilih dimintai uang sebesar Rp. 26.700.000,-, dan total yang diterima tersangka sebesar Rp. 80.100.000.

Pungutan dilakukan rentang waktu Februari - Maret 2020.

"Dari jumlah total tersebut sebagian uang sudah digunakan dan sisanya masih disimpan tersangka. Sisa uang tersebut masih disimpan tersangka dan berhasil kami amankan," jelasnya.

Menurut AKP Meiyan, barang bukti yang berhasil diamankan yaitu kumpulan dokumen terkait kegiatan pengisian perangkat Desa Bojanegara tahun 2020, uang tunai Rp. 58.400.000,- tas dan amplop tempat menyimpan uang.

"Kami juga mengamankan sejumlah telepon genggam serta kumpulan kuitansi serta nota pembelian atau belanja," jelasnya.

Halaman
123
Sumber: Tribun Jateng
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved