Breaking News:

Berita Perbankan

Platform Digital Banking bakal Jadi Andalan Perbankan Salurkan Pembiayaan

Perbankan mengandalkan paltform digital untuk tetap dapat mengucurkan kredit selama pandemi. Hal itu seperti dilakukan empat bank himpunan bank milik

SHUTTERSTOCK
Ilustrasi layanan pembayaran digital di Indonesia. 

TRIBUNJATENG.COM, JAKARTA -- Perbankan mengandalkan paltform digital untuk tetap dapat mengucurkan kredit selama pandemi. Hal itu seperti dilakukan empat bank himpunan bank milik negara (Himbara) yang pada akhir pekan lalu meluncurkan platform DigiKU.

DigiKU merupakan platform yang diluncurkan dengan membidik pelaku UMKM untuk dapat tambahan modal hingga Rp 20 juta dengan tenor hingga 12 bulan. Proses permohonan secara digital bisa dilakukan hanya dalam waktu 15 menit.

Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi, Luhut Panjaitan, yang turut hadir dalam acara peluncuran DigiKU, mengatakan, pemerintah telah menyiapkan dana Rp 4,2 triliun untuk disalurkan kepada sejuta pelaku UMKM.

Tak cuma secara kolektif, masing-masing bank Himbara juga turut mengandalkan platfrom digital secara mandiri maupun menggelar kerja sama dengan ekosistem digital.

Ceria, platform digital milik PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BRI) misalnya juga terus dioptimalkan, terutama selama pandemi. Direktur Bisnis Konsumer BRI, Handayani menuturkan, selama pandemi, kinerja platform digital di segmen konsumer itu tumbuh signifikan.

“Selama pandemi ada kenaikan 23 persen, setiap hari rata-rata pengajuan meningkat 8 persen, sehingga selama 2020 kami sudah menyalurkan pinjaman melalui Ceria senilai Rp 55 miliar,” katanya, kepada Kontan, Senin (20/7).

Kemudahan akses yang ditawarkan platform digital, termasuk Ceria, menurut dia, menjadi solusi bagi nasabah saat pandemi yang membuat mobilitas masyarakat terbatas. Via Ceria, proses pengajuan pinjaman bisa dilakukan hanya dalam waktu 20 menit.

Gandeng fintech

Sementara strategi berbeda dilakukan PT Bank Mandiri Tbk yang menggandeng pasar daring atau e-commerce maupun financial technology (fintech), seperti Bukalapak, Tokopedia, Shopee, Amartha, Crowde, Investree, Akseleran dan Koinworks.

Mirip DigiKU, sasaran utama bank berlogo pita emas itu merupakan pelaku UMKM yang membutuhkan modal tambahan untuk mempertahankan bisnisnya selama pandemi.
Hingga akhir Juni 2020, Bank Mandiri telah tercatat menyalurkan kredit sebesar Rp 192,8 miliar kepada 6.639 debitur melalui skema itu.

Tak cuma bank pelat merah yang melirik paltform digital untuk mengakselerasi pertumbuhan digitalnya. Ada PT Bank Central Asia Tbk (BCA) melalui platform Bank Digital BCA, maupun PT Bank Jago Tbk yang sebelumnya bernama PT Bank Arto Indonesia Tbk. Dua bank itu masih dalam proses untuk meluncurkan platform pinjaman digitalnya pada kuartal IV/2020.

Meski demikian, sejumlah strategi telah disiapkan, di mana Bank Digital BCA dan Bank Jago akan sama-sama membidik penyaluran kredit di segmen ritel dan UMKM.

Keduanya membidik segmen ritel karena penetrasi pengguna teknologi di Indonesia kini makin melejit, sehingga kemudahan akses bagi masyarakat itu bakal menciptakan pasar yang sangat potensial. Sementara, UMKM dibidik karena potensinya yang belum tergarap optimal.

“Secara ticket size, targetnya cukup variatif. Yang pasti kami tidak akan masuk ke segmen yang besar-besar, mungkin kisaran puluhan juta hingga beberapa miliar rupiah,” jelas

Direktur Utama Bank Jago, Kharim Siregar belum lama ini. (Kontan/Anggar Septiadi)

FOKUS : Tetap Garuda di Dada

Dulu Dipenjara karena Perkosa Anak Sulung, Kini Pria Ini Ditangkap Lagi Setelah Cabuli Si Bungsu

Innalillahi Wa Innailaihi Rojiun! Warga Wonogiri Tewas Kena Serangan Jantung saat Mengemudi di Jalan

AS Tuding China Sponsori 2 Mata-mata Siber untuk Retas Riset Vaksin Covid-19

Editor: Catur waskito Edy
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved