Breaking News:

Berita Regional

Adian Napitupulu Blak-blakan Istana Minta Nama-nama Aktivis 98 Isi Jabatan Komisaris BUMN dan Dubes

Politisi PDI Perjuangan Adian Napitupulu sempat membuah heboh lewat tulisan panjangnya yang mengkuliti utang BUMN.

KOLASE TRIBUN JATENG
Tolak Kursi Menteri, Adian Napitupulu Minta Ampun 1.000 Kali Melihat Reaksi Jokowi Menatap Tajam 

TRIBUNJATENG.COM, JAKARTA - Politisi PDI Perjuangan Adian Napitupulu sempat membuah heboh lewat tulisan panjangnya yang mengkuliti utang BUMN.

Ia membandingkan jumlah utang BUMN yang disebut lebih besar dari utang keseluruhan negara Malaysia.

Dalam tulisan panjang lebar itu, Adian Napitupulu juga memertanyakan dana talangan yang dikucurkan Sri Mulyani ke BUMN.

Bukan Jadi Ketua Tim Pemenangan Gibran-Teguh, Achmad Purnomo Diusulkan Jabat Posisi Ini

Wanita Ini Menangis Sejadi-jadinya Setelah 9 Kerbau yang Dirawat 8 Tahun Dicuri Jelang Idul Adha

SPG Rokok Terlibat Prostitusi Online, Ada 2 Jenis Tarif, Short Time dan Menemani Sepanjang Hari

Tanpa Menawar, Ada Warga‎ Semarang Siap Beli Tanah dan Mempersunting Janda Cantik Kudus

Bahkan, karena kritik pedasnya itu,  Adian Napitupulu dipanggil Presiden Jokowi ke Istana Negara, Jakarta, Jumat (12/6/2020) siang.

Beberapa pihak menuding Adian punya kepentingan terkait pembagian jabatan komisaris BUMN.

Namun, Adian Napitupulu secara blak-blakan membantah dirinya meminta jatah kursi komisaris di BUMN kepada Menteri BUMN Erick Thohir.

Hal ini diungkapkannya dalam diskusi virtual 'Bincang Santai Bersama Adian Napitupulu Uncensored', Kamis (23/7/2020).

Dalam kesempatan itu, Adian mempertanyakan bukti dirinya meminta jatah tersebut. Karena dia mengaku tak pernah berkomunikasi dengan Erick Thohir selepas Pilpres berakhir.

"Kalau dikatakan saya meminta jatah komisaris, buktinya apa? Saya tidak pernah berkomunikasi dengan Erick Thohir. Saya tidak pernah bertemu dengan dia, saya tidak pernah WhatsApp-an dengan dia, telponan dengan dia sejak selesai pilpres. Kalau waktu pilpres wajar ya, karena saya sama-sama di tim kampanye juga," ujar Adian, Kamis (23/7/2020).

Dia ingin meluruskan bahwa bukan pihaknya yang meminta jatah kursi komisaris BUMN atau kursi menteri. Justru sebenarnya Presiden Joko Widodo (Jokowi) yang meminta nama dari pihaknya.

Halaman
123
Editor: galih permadi
Sumber: Tribunnews.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved