Breaking News:

Berita Semarang

Baru Diluncurkan Pengadilan Tinggi Agama Semarang, Masyarakat Bisa Online Pantau Perkara Cerai

Sebagaimana kita ketahui, sejak beberapa waktu lalu, datang ke pengadilan itu sulit. Melalui aplikasi ini pengurusan bisa dilakukan tanpa harus datang

Penulis: m zaenal arifin
Editor: muslimah
Tribun Jateng/M Zaenal Arifin
Ketua Pengadilan Tinggi Agama (PTA) Semarang, Bahruddin Muhammad (ketiga dari kanan), foto bersama dengan tim IT usai launching aplikasi Pelayanan Digital Pengadilan Agama di Hotel Grasia Semarang, Kamis (23/7/2020). 

TRIBUNJATENG.COM, SEMARANG - Pengadilan Tinggi Agama (PTA) Semarang melaunching aplikasi Pelayanan Digital Pengadilan Agama (DIPA) di Hotel Grasia Semarang, Kamis (23/7/2020). Aplikasi tersebut nantinya diterapkan di seluruh PA di Jawa Tengah.

Ketua PTA Semarang, Bahruddin Muhammad mengatakan, aplikasi yang diluncurkan merupakan aplikasi pendukung dari Sistem Informasi Penelusuran Perkara (SIPP) yang dibuat oleh Mahkamah Agung (MA). Hanya saja, aplikasi Pelayanan DIPA dibuat untuk memudahkan masyarakat dalam melakukan pengurusan perkara khususnya perkara cerai.

"Sebagaimana kita ketahui, sejak beberapa waktu lalu, datang ke pengadilan itu sulit. Melalui aplikasi ini pengurusan bisa dilakukan tanpa harus datang. Termasuk juga bisa memantau sampai mana perkaranya dan jadwal sidangnya," kata Bahruddin.

Selain aplikasi Pelayanan DIPA, PTA juga meluncurkan dua aplikasi lainnya yaitu aplikasi monitoring yang dipakai pimpinan Pengadilan Agama untuk memonitoring penanganan perkara cerai dan aplikasi pendukung SIPP itu sendiri.

"Dengan berbagai inovasi ini, diharapkan bisa lebih meningkatkan kinerja Pengadilan Tinggi Agama Semarang dan Pengadilan Agama di seluruh Jawa Tengah. Juga semakin maju dalam menciptakan inovasi lain untuk mencapai zona integritas dengan predikat wilayah bebas dari korupsi (WBK)," harapnya.

Ketua Tim IT PTA Semarang, Zaenal Hakim menerangkan, launching aplikasi Pelayanan Digital PA dilakukan dalam rangka menjawab kebutuhan sekaligus harapan masyarakat terkait pelayanan PA di Jawa Tengah.

Seiring perkembangan zaman dan semangat dari MA, maka pelayanan yang diberikan berbasis teknologi. Dengan begitu, maka dapat memberikan kemudahan bagi masyarakat dalam mengurus dan memantau perkara di PA.

"Aplikasi ini semua merupakan aplikasi pendukung SIPP. Hanya memang disesuaikan karakteristik masing-masing daerah. Di mana hal yang belum terakomodasi di SIPP MA, kami tambahkan," jelasnya.

Ia mencontohkan dalam aplikasi yang baru dilaunching terdapat fitur yang dapat diakses masyarakat untuk melihat akta cerai. Akta cerai tersebut dipastikan sudah dapat dilihat maksimal satu minggu setelah perkara cerai berkekuatan hukum tetap.

"Dari akta cerai yang terupload, masyarakat dapat mengecek jika ada yang menggunakan akta cerai di luar apakah asli atau tidak. Jadi bisa di cek keasliannya melalui akta cerai yang diupload di aplikasi," tambahnya.

Aplikasi Pelayanan Digital PA memang dikhususkan bagi masyarakat dan para advokat yang melakukan pengurusan perkara. Dengan memberikan kemudahan melalui aplikasi itu, diharapkan tingkat kepuasan masyarakat semakin meningkat.

Dikatakannya, launching aplikasi tersebut juga bagian dari PTA Semarang menuju pembangunan zona integritas WBK dan Wilayah Birokrasi Bersih Melayani (WBBM). Di Jateng sendiri, ada 34 satuan kerja (Satker) yang diusulkan untuk memperoleh predikat WBK pada 2020 ini, termasuk PTA Semarang.

"Dari 37 satker, diusulkan 34 satker untuk memperoleh WBK, termasuk PTA Semarang. Sedangkan khusus PA Kota Semarang diusulkan untuk memperoleh predikat WBBM," pungkasnya. (Nal)

Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved