Breaking News:

Berita Perhotelan

Periode Januari hingga Maret 2020 Pendapatan Pajak Hotel Turun 60%

Elly merinci, pendapatan pajak hotel pada Januari hingga Maret 2020 mencapai Rp 10 miliar. Namun, pada April mulai turun jadi Rp 2 miliar.

IST
Ilustrasi, seorang pengunjung tengah melakukan reservasi di Pesonna Hotel. 

TRIBUNJATENG.COM, SEMARANG -- Pandemi Covid-19 berdampak pada pendapatan pajak hotel dan restoran di Kota Semarang. Kabid Pajak Daerah II Banpenda Kota Semarang, Elly Asmara mengatakan, pendapatan pajak hotel dan restoran di Kota Lunpia turun hingga 60 persen.

Selain lesunya bisnis sektor itu, Pemerintah Kota Semarang juga memberi keringanan berupa penundaan setoran pajak.

Elly merinci, pendapatan pajak hotel pada Januari hingga Maret 2020 mencapai Rp 10 miliar. Namun, pada April mulai turun jadi Rp 2 miliar. Bahkan, pada Mei dan Juni hanya menerima pemasukan pajak sebesar Rp 100-200 juta saja.

"Juli terakhir penundaan pembayaran jadi nanti sekalian dirapel tanpa dikenai denda. Nanti bisa dilihat Juli seperti apa. Kami memahami kondisi ekonomi sekarang ini akibat pandemi Covid-19," ujar Elly seusai montoring electronic tax (e-tax) alias pajak elektronik di Restoran Jowo Deles, Rabu (22/7).

Demikian juga dengan pendapatan pajak restoran. Pada Januari hingga Maret, pendapatan pajak restoran rata-rata mencapai Rp 15 miliar. Angka itu turun jadi Rp 6 miliar pada April lalu bulan berikutnya hanyar Rp 2 miliar.

Namun, pendapat pajak restoran pada Juni mulai merangkak naik jadi Rp 5 miliar.

"Pendapatan restoran lebih tinggi sedikit. Namun secara overall pajak hotel dan restoran turun 60 persen dari perhitungan Bapenda selama setahun. Harapannya, di APBD Perubahan 2020 bisa ditambah lagi pendapatan khususnya sektor restoran," paparnya.

Sementara mengenai alat e-tax, 80 persen masih berfungsi baik. Hal itu dikatakan Kabid Pembukuan dan Pelayanan Bapenda Kota Semarang, M Mita Dewi.

Mita mengatakan, sejak awal Juli Bapenda sudah melakukan monitoring alat pajak elektronik di sejumlah objek pajak restoran dan hotel. Pihaknya, ucap Mita, turun langsung ke lapangan untuk memastikan alat tersebut berfungsi baik.

"Kami melakukan maintenance atau pemeliharaan terhadap alat-alat yang telah terpasang. Sebelumnya restoran tutup karena Covid. Sekarang sudah mulai aktivitas kembali. 80 persen berfungsi baik, sisanya perlu diingatkan kembali agar difungsikan," terang Mita.

Halaman
12
Editor: Catur waskito Edy
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved