Breaking News:

Berita Banyumas

Tes PCR Massal Agresif di Banyumas Menimbulkan Pro dan Kontra, Begini Jawaban Bupati

Maka bupati Banyumas, Achmad Husein menjelaskan bahwa tes swab atau PCR massal adalah dalam rangka memenuhi standar WHO

Penulis: Permata Putra Sejati
Editor: muslimah
Tribun Jateng/Permata Putra Sejati
Bupati Banyumas, Achmad Husein saat ditemui di Pendopo Sipanji, Purwokerto, Kamis (2/7/2020). 

TRIBUNJATENG.COM, PURWOKERTO - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Banyumas memang mengambil langkah untuk melakukan tes swab atau PCR secara massal untuk mendeteksi kondisi asli covid-19 di Banyumas.

Namun, muncul pertanyaan di masyarakat yang tidak sedikit memandang hanya mencari masalah yang menyebabkan terkonfirmasi positif di Banyumas menjadi bertambah sangat banyak.

Selain itu juga tes massal itu cenderung menakutkan masyarakat bahkan merugikan secara ekonomi karena ada pasar yang harus ditutup hingga Mall Pelayanan Publik (MPP) yang juga ditutup.

Maka bupati Banyumas, Achmad Husein menjelaskan bahwa tes swab atau PCR massal adalah dalam rangka memenuhi standar WHO.

"Tetapi yang lebih penting adalah mengetahui dan mengamankan Orang Tanpa Gejala (OTG) atau kasus terkonfirmasi tanpa gejala (Asimtomatik).

Karena OTG tidak akan pernah kita ketahui tanpa di tes terlebih dahulu," ujarnya kepada Tribunbanyumas.com, Kamis (23/7/2020).

Bupati mengatakan OTG inilah yang akan menularkan kepada orang lain, dimana semakin banyak OTG kontak dengan orang lain maka semakin banyak orang akan tertular covid-19. 

Jika orang yang tertular imunitasnya bagus, maka akan menjadi OTG baru dan begitu pula seterusnya akan membuat OTG baru yang lain.

Sehingga OTG akan sangat banyak sekali, kalau tidak melakukan pencegahan. 

Sebaliknya jika orang yang tertular imunitasnya jelek, maka orang itu akan menjadi orang yang terkonfirmasi positif dengan gejala.

Halaman
12
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved