Breaking News:

Virus Corona Jateng

Unpad Beberkan Efek Samping Vaksin Covid-19 Sinovac dari China Saat Disuntikkan ke Relawan 

Dari penelitian yang dipublikasikan, ada reaksi lokal berupa nyeri di tempat suntikan 20 sampai 25 persen

Editor: muslimah
Nicolas Asfouri/AFP
Gambar ini diambil pada 29 April 2020. Seorang ilmuwan menunjukkan vaksin eksperimental untuk virus corona COVID-19 yang diuji di Laboratorium Kontrol Kualitas di fasilitas Biotek Sinovac di Beijing. 

TRIBUNJATENG.COM - Universitas Padjadjaran (Unpad) bersama BUMN Bio Farma akan melakukan uji klinis calon vaksin Covid-19 yang disuntikkan kepada 1.620 orang.

Penelitian akan dilakukan pada awal Agustus 2020 setelah mendapatkan izin penelitian dari Komite Etik Penelitian Universitas Padjadjaran.

Dokter Eddy Fadliana, selaku Manajer Lapangan Tim Penelitian Uji Klinis Tahap 3 Calon Vaksin Covid-19 dari Fakultas Kedokteran Universitas Padjadjaran, mengatakan, meski dinyatakan aman untuk manusia, pada uji klinis fase pertama dan kedua yang telah dilakukan di China, ada efek samping yang akan ditimbulkan ketika vaksin tersebut disuntikkan kepada manusia.

Tanpa Menawar, Ada Warga‎ Semarang Siap Beli Tanah dan Mempersunting Janda Cantik Kudus

2 Tahun Penderitaan Gadis Kendal, Dikirimi Ponsel hingga Satu Truk Kelapa, Pak Lurah Pun Jadi Korban

6 Pegawainya Positif Covid-19, MPP Purwokerto Ditutup Sementara

Ini Wajah Dua Pelaku Pembuangan Bayi di Gunungpati Semarang, Dibuang karena Ayah Malu

"Kita berpatokan pada penelitian.

Dari penelitian yang dipublikasikan, ada reaksi lokal berupa nyeri di tempat suntikan 20 sampai 25 persen

(dari jumlah orang yang menjadi relawan uji klinis fase satu dan dua)," kata Eddy saat konferensi pers di Rumah Sakit Pendidikan (RSP) Unpad Jalan Prof Eyckman, Kota Bandung, Rabu (22/7/2020).

Lebih lanjut, Eddy menambahkan, pada uji klinis fase satu dan fase dua, beberapa relawan yang telah disuntik calon vaksin Covid-19 yang dikembangkan oleh Sinovac Biotech Ltd (Sinovac), mengalami radang paru-paru, diare, dan penyakit lainnya.

"Setelah diaudit tidak berhubungan dengan vaksin," ungkapnya.

Selain itu, dari uji klinis fase satu dan dua, calon vaksin yang dibuat dari virus corona yang dimatikan ini dipastikan tidak menimbulkan penyakit baru.

"Fase satu dan fase dua menunjukkan tingkat keamanan cukup tinggi.

Halaman
12
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved