Breaking News:

PSIS Hari Ini

Bek PSIS tak Setuju Wacana Liga 1 Wajib Menurunkan Pemain U-20, Ini Alasannya

Jelang kompetisi Liga 1 2020 kembali dijalankan, ada wacana yang menyebutkan peserta Liga 1 wajib memainkan pemain muda khususnya pemain U-20

Penulis: Franciskus Ariel Setiaputra | Editor: Catur waskito Edy
TRIBUN JATENG/FRANCISKUS ARIEL SETIAPUTRA
Bek sayap kiri PSIS Semarang, Soni Setiawan. 

TRIBUNJATENG.COM, SEMARANG -- Jelang kompetisi Liga 1 2020 kembali dijalankan, ada wacana yang menyebutkan peserta Liga 1 wajib memainkan pemain muda khususnya pemain U-20 untuk tampil.

Namun demikian, saat ini PSSI masih mematangkan regulasi tersebut karena kaitannya dengan persiapan menghadapi Piala Dunia U-20 tahun depan.

Bek kiri PSIS Semarang, Soni Setiawan mengaku kurang setuju dengan adanya wacana tersebut. Sebab, pelatih sewajarnya memilih pemain yang siap, bukan karena paksaan regulasi.

Di sisi lain, persaingan di dalam tim berpotensi mengalami penurunan.

"Misalnya tidak latihan tapi pasti diturunkan. Jadi ketatnya persaingan beda dan cenderung menurun. Saya pribadi kurang setuju, karena sebenarnya pelatih melihatnya dari siap atau tidak pemain bisa tampil. Bukan dipaksa harus main karena regulasi," kata Soni Setiawan.

Pernyataan Soni tersebut senada dengan respon pelatih PSIS Semarang, Dragan Djukanovic kepada Tribunjateng.com, belum lama ini.

"Dalam pandangan saya, aturan ini aturan yang bodoh, tapi saya tidak akan mempermasalahkannya. Bagi saya pemain yang bagus tidak memandang lebih baik pemain senior atau pemain muda," ucap Dragan Djukanovic.

Selain itu, jelang kompetisi Liga 1 2020  dilanjutkankembali pada 1 Oktober mendatang, sejumlah regulasi diwacanakan oleh operator kompetisi agar Liga 1 bisa berjalan.

Antara lain, seluruh pertandingan akan digelar di Pulau Jawa.

Klub-klub dari luar Pulau Jawa seperti contoh Bali United, Persipira Jayapura, PSM Makassar, Persiraja, Borneo FC, dipersilahkan memilih stadion yang berlokasi di wilayah sekitar Jawa bagian tengah dan DIY.

Poin lain yaitu, pertandingan digelar tanpa penonton.

Soni Setiawan mengaku tak terlalu mempersoalkan laga tanpa penonton, namun cukup menyayangkan tidak adanya sistem degradasi. 

"Tanpa penonton, mungkin bisa kedengaran sayup-sayup dari luar kalau ada nyanyian-nyanyian suporter bisa bikin semangat. Saya sayangkan itu tidak ada degradasi, jadi nggak menarik lagi," ungkap pemain yang mengawali karirnya tim PON Jawa Tengah tersebut. (*)

BERITA PSIS HARI INI: Gelandang PSIS Semarang Tak Ingin Mahesa Jenar Terseok di Papan Bawah

Manajemen PSIS Semarang Khawatir Jadwal Lanjutan Liga 1 2020 akan Berantakan, Ini Sebabnya

Korsleting Listrik, Rumah Sarjan Karangawen di Demak Ludes Terbakar

Polisi Temukan Truk Diduga untuk Distribusi Solar Ilegal

Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved