Breaking News:

Ekonomi Jateng

BI Jateng Catat Penggunaan Kartu Kredit Anjlok

Bank Indonesia (BI) Jateng mencatatkan penurunan transaksi menggunakan kartu kredit di masa pandemi covid-19, khususnya pada Mei 2020, baik secara bul

Ruth Novita
Kepala Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Jateng, Soekowardojo saat melakukan presscon online yang diadakan baru-baru ini. 

TRIBUNJATENG.COM, SEMARANG -- Bank Indonesia (BI) Jateng mencatatkan penurunan transaksi menggunakan kartu kredit di masa pandemi covid-19, khususnya pada Mei 2020, baik secara bulanan maupun tahunan.

Kepala BI Jateng, Soekowardojo mengatakan, nilai transaksi kartu kredit di Jateng pada Mei 2020 tercatat mengalami penurunan sebesar 9,83 persen secara month to month (mtm) menjadi Rp 682,5 miliar, dari bulan sebelumnya sebesar Rp 756,9 miliar.

“Nilai transaksi kartu kredit di Jateng pada Mei 2020 juga mencatatkan penurunan sebesar 32,05 persen secara year on year (yoy), lebih dalam dari bulan sebelumnya yang juga tercatat menurun sebesar 17,76 persen yoy,” katanya, dalam presscon online, baru-baru ini.

Menurut dia, penggunaan transaksi kartu debit pada Mei 2020 justru menunjukkan kenaikan dari bulan sebelumnya.

“Nilai transaksi kartu debit pada Mei 2020 tercatat mengalami kenaikan 14,35 persen mtm menjadi Rp 44,08 triliun dari bulan sebelumnya Rp 38,55 triliun. Transaksi pada April itu mengalami penurunan 11,71 persen dari Maret,” jelasnya.

Namun, Soekowardojo menuturkan, nilai transaksi kartu debit di Jateng pada Mei 2020 mencatatkan penurunan 13,52 persen yoy, lebih dalam dibandingkan dengan bulan sebelumnya yang juga menurun 10,07 persen yoy.

Adapun, BI mencatat perkembangan transaksi uang elektronik (UE) pada Mei 2020 menunjukkan penurunan baik secara bulanan dan tahunan.
Soekowardojo menyatakan, nilai transaksi UE pada Mei 2020 mengalami penurunan 25,51 persen mtm menjadi Rp 857,54 miliar dari bulan sebelumnya Rp 1,15 triliun.

Transaksi pada April itu justru mengalami kenaikan 53,69 persen dari Maret.

Transaksi UE pada Mei 2020 juga mencatatkan penurunan sebesar 67,63 persen secara yoy, jauh lebih rendah dibandingkan dengan bulan sebelumnya yang justru mencatat kenaikan 56,57 persen yoy.

Sementara, BI mencatat perkembangan Quick Response Code Indonesian Standard (QRIS) di Jateng mengalami peningkatan secara bulanan sejak diwajibkannya penggunaan QRIS pada 1 Januari 2020 lalu.

“Jumlah merchant yang telah memiliki QRIS di Jateng pada Juni 2020 mengalami kenaikan 4,4 persen mtm menjadi 329.127 merchant dari sebelumnya 315.254. Jumlah merchant pada Mei juga tercatat mengalami kenaikan 6,19 persen mtm,” terang Soekowardojo. (ute)

Jual Furniture, Elektronik Bekas dan Baru Semarang serta Iklan Kehilangan Kamis 23 Juli 2020

Jual Rumah Baru - Bekas dan Tanah Murah Semarang Kamis 23 Juli 2020

Hasil Survei Nelayan Pantiharjo Rembang, Pendapatan Turun 50 Persen di Era Pandemi

UPDATE: Kondisi Terbaru Catherine Wilson di Penjara: Mental Down karena Kaget

Penulis: Ruth Novita Lusiani
Editor: Catur waskito Edy
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved