Breaking News:

KKN Undip

Cara Jitu Mahasiswa KKN Undip Ajarkan Mengenali Stres dan Selesaikan Masalah

Terjadinya pandemi covid19 menyebabkan metode belajar berubah menjadi online atau pembelajaran jarak jauh. Hal ini terjadi di seluruh kota di Indones

IST
Kuisioner pembelajaran jarak jauh dan poster manajemen stress 

TRIBUNJATENG.COM, KUDUS - Terjadinya pandemi covid19 menyebabkan metode belajar berubah menjadi online atau pembelajaran jarak jauh. Hal ini terjadi di seluruh kota di Indonesia, khususnya Kudus.

Pandemi covid19 menyebabkan banyak perubahan dalam segala aspek, termasuk aspek pendidikan.

Adanya perbedaan metode yang digunakan mengakibatkan terjadinya perubahan dinamika yang dialami pelajar.

Perubahan dinamika tersebut membuat mayoritas pelajar mengeluhkan lelah, pusing dan cemas dalam menjalankan pembelajaran jarak jauh.

Hal ini merupakan gejala dari stres yang mana jika tidak segera ditangani akan menimbulkan dampak tidak baik bagi kesehatan mental dan menurunkan minat belajar.

Dalam rangka meminimalisir terjadinya stres pada pelajar, mahasiswa KKN Undip 2020, Anisia Fauziah membuat sebuah program “Manajemen Stres pada Pelajar untuk Mengelola Stres Akibat Pembelajaran Jarak Jauh” sebagai satu dari dua program yang saya ajukan sebagai Program Kerja KKN Reguler Tim II 2020 Kabupaten Kudus.

“Pelatihan manajemen stres ini bertujuan untuk membantu pelajar agar dapat mengetahui gejala dan sumber terjadinya stres, bagaimana cara mengelola stres dengan baik sehingga mampu menyesuaikan diri pada perubahan yang terjadi serta pelajar mampu mengoptimalkan aktivitas akademiknya,” katanya, Kamis (23/7/2020).

Langkah pertama dalam menjalankan program manajemen stres adalah dengan melakukan asesmen terhadap pelajar.

Asesmen atau penggalian data dilakukan melalui kuisioner jarak jauh terkait tingkat stres pelajar didapatkan hasil 80% pelajar merasa gelisah, 80% pelajar merasa cemas, 86,7% pelajar merasa khawatir, 53,3% pelajar kesulitan relaksasi, 60% pelajar merasa sedih & murung, 60% pelajar merasa tidak sabaran, 60% pelajar mudah merasa panik, 60% pelajar kehilangan minat beraktivitas, 26% pelajar mudah merasa tersinggung dan 93,3% pelajar merasa bosan & lelah.

Data tersebut menunjukkan bahwa pelajar mengalami gejala – gejala stres dengan persentase cenderung tinggi.

Keadaan tersebut diakibatkan karena pelajar merasa terbebani dengan banyaknya tugas, kesulitan memahami materi secara mandiri, kurang fokus ketika menjalankan kegiatan belajar dan lingkungan yang kurang mendukung ketika pembelajaran berlangsung.

Langkah selanjutnya, membuat rancangan intervensi sesuai dengan data lapangan. Intervensi dilakukan secara daring mengingat di Kudus masih banyak ditemukan kasus covid19, sehingga metode daring saya pilih untuk mengurangi risiko penularan virus covid19.

Dalam proses pelaksanaan program manajemen stres dijembatani oleh grup Whatsapp sebagai wadah untuk membagikan video penjelasan materi cara mengenali stres dan mengelola stres dengan baik, kemudian dilakukan sesi tanya jawab dan saya sebarkan booklet terkait dengan manajemen stres. (*)

Editor: abduh imanulhaq
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved