Breaking News:

Berita Regional

Tak Terima Sawah Jatuh ke Tangan Saudara, Ayah Jadi Korbannya

Pagi harinya, korban ditemukan telah tewas dalam kondisi menggenaskan di depan rumahnya.

Editor: M Syofri Kurniawan
SHUTTERSTOCK
Ilustrasi mayat 

TRIBUNJATENG.COM, AMBON - Seorang petani berusia 71 tahun asal Desa Waekasar, Kecamatan Waeapo, Kabupaten Buru, Maluku, dibunuh anak kandungnya S (39).

Masalah warisan disebut sebagai pemicu terjadinya pembunuhan tersebut.

Polisi telah menetapkan S sebagai tersangka.

Korban Sudah Terlanjur Cinta, Pusing Juga Jadinya

Sebelum Dihabisi, NF Sempat Memeluk Suaminya dan Ucapkan 1 Permintaan

SPG Rokok Terlibat Prostitusi Online, Ada 2 Jenis Tarif, Short Time dan Menemani Sepanjang Hari

Awalnya Diremehkan karena Badan Lebih kecil, Selanjutnya Militer AS dan Eropa Kaget Kekuatan TNI AL

Pelaku nekat menganiaya ayahnya dengan balok kayu hingga tewas.

Pasalnya, dia tidak terima sawah yang akan diwariskan ayahnya jatuh ke tangan saudaranya yang lain.

“Masalahnya itu ternyata soal sawah yang akan diwariskan,” kata Kasubbag Humas Polres Pulau Buru, Ipda Zulkifli Asri kepada Kompas.com, via telepon Jumat (24/7/2020).

Sebelum menghabisi korban, tersangka dan ayahnya sempat terlibat cekcok mulut pada Jumat pukul 02.00 WIT.

Pagi harinya, korban ditemukan tergeletak dengan tubuh bersimbah darah di depan rumahnya.

“Jadi, ini karena sawah yang akan diwariskan.

Mungkin karena tidak terima tersangka ini membunuh ayahnya.

Halaman
12
Sumber: Tribunnews.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved