Rabu, 29 April 2026
Wonosobo Hebat
Selamat Datang di Superhub Pemkab Wonosobo

Berita Video

Video Petani Brebes Mulai Gunakan Bibit Bawang Merah Biji

Maka perbandingannya cukup jauh, untuk bibit bawang merah umbi Rp 21 juta sedangkan bibit biji Rp 2 juta

Tayang:

TRIBUNJATENG.COM, SLAWI - Berikut ini video petani Brebes mulai gunakan bibit bawang merah biji.

Melonjaknya harga bibit bawang merah umbi di pasaran yang mencapai Rp 70 ribu per kilogram, padahal harga normalnya dikisaran Rp 20 ribu - Rp 30 ribu per kilogram membuat para petani bawang merah yang berasal dari Kabupaten Brebes, beralih ke bibit biji TSS Maserati F1.

Ketua Kelompok Tani Sumber Pangan Desa Kupu, Kecamatan Wanasari, Kabupaten Brebes, Imam Turmudi, ditemui ketika sedang menyemai bawang merah di perswahan daerah Tarub Kabupaten Tegal mengatakan, Ia cukup merasakan perbedaan setelah menggunakan bibit bawang merah biji TSS Maserati F1 ini yaitu lebih irit dari pada yang umbi.

Karena untuk seperempat bahu paling tidak membutuhkan 2,5 kuintal sampai 3 kuintal.

Padahal saat ini, untuk harga bibit bawang merah umbi mencapai Rp 70 ribu per kilogram, yang semisal dikalkulasi paling tidak biayanya Rp 21 juta.

Sedangkan jika menggunakan bibit biji TSS Maserati F1, hanya membutuhkan 1 kilogram saja itu pun maksimal.

Karena jika proses semainya berhasil, hanya membutuhkan setengah kilogram saja sudah cukup. Sehingga biaya yang dibutuhkan hanya sekitar Rp 2 jutaan saja.

Maka perbandingannya cukup jauh, untuk bibit bawang merah umbi Rp 21 juta sedangkan bibit biji Rp 2 juta.

"Saya baru pertama kali mencoba menggunakan bibit bawang merah biji TSS Maserati F1 milik PT Agrosid ini. Adapun metode penyemaian sampai akhir tidak jauh berbeda dengan yang umbi, namun harus lebih tekun, telaten, sering dikontrol terutama rumput yang mungkin tumbuh di sekitar," kata Imam, pada Tribunjateng.com, Sabtu (25/7/2020).

Sementara itu, terkait masa panen bawang merah dari bibit biji ini, antara 60 sampai 65 hari setelah dipindah ke area tanam yang sesungguhnya. Sedangkan jika mulai dari proses benih, semaiannya umur 40 - 45 hari.

"Penanaman bawang merah dari bibit biji ini sangat menarik bagi saya, karena memang baru pertama kali mencoba. Melihat semaiannya menurut saya cukup bagus, sehingga mudah-mudahan hasil panen bawangnya nanti bisa kami kalkulasikan berapa selisih antara umbi dengan yang biji," ungkapnya.

Sebagai penyedia bibit bawang merah biji TSS Maresati F1, Direktur Utama PT Agrosid Manunggal Sentosa, Ayub Darmanto menjelaskan, tahun 2020 ini pihaknya menyediakan sekitar 500 kilogram bibit biji untuk pengembangan.

Maka dari itu, ketika penanaman kali ini berhasil, pihaknya akan menambah jumlah menjadi 1 ton atau 1,5 ton bibit bawang merah biji TSS Maserati F1 ini.

"Keuntungan menggunakan bibit biji ini, di antaranya terhindar dari penyakit virus, secara transportasi juga lebih mudah, karena katakan 1 hektar membutuhkan 3-4 kilogram bibit biji, dibandingkan harus membawa sampai 1 ton bibit umbi," ujarnya.

Keuntungan lain, lanjutnya, dari pihak Agrosid sendiri menargetkan hasil panen bawang merah dari bibit biji ini 3 ton lebih tinggi, dibandingkan menanam menggunakan bibit umbi.

Namun, ada dua cara yang harus ditekuni petani supaya target bisa tercapai, yaitu pertama di pesemaian dan kedua di jarak tanam.

Lainnya, sama dengan cara penanaman bawang merah menggunakan bibit umbi biasa.

"Harapan kami kedepan, bawang merah ini bisa di ekspor. Karena dilihat dari ukuran dan warna bawang merah masuk kriteria pasaran internasional. Mengingat ukuran bawang merah bibit biji lebih besar dari yang bibit umbi biasa. Begitu pun warnanya jauh lebih merah, kalau aroma masih sama dengan yang biasa," terangnya.

Dikatakan, produk benih bawang merah biji TSS Maserati F1 ini masih impor dari Belanda. Namun pihaknya sedang melakukan pengembangan supaya bisa diproduksi dalam negeri.

Ketua Petani Bawang Merah Nusantara, Yuliana Rosmalawati menambahkan, hasil panen menggunakan bibit bawang merah biji standarnya bisa mencapai 25 - 35 ton per satu hektar.

Sedangkan untuk hasil panen yang menggunakan bibit umbi sekitar 10 - 15 ton per satu hektar.

"Tapi kembali lagi, semisal membahas hasil panen ya bergantung faktor perawatan, tanah, cuaca, dan lain sebagainya. Adapun untuk produk benih bawang merah biji TSS Maserati F1, sudah tersedia di toko pertanian atau distributor tiap wilayah sudah ada juga. Jadi petani tidak perlu kesulitan mencari bibit biji TSS ini dengan berbagai variasi yang ada," imbuhnya. (dta)

TONTON JUGA DAN SUBSCRIBE : 

Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved