Breaking News:

Berita Kendal

Momen HAN, LPAI Kendal Beri Penghargaan kepada Relawan Peduli Anak

Dalam rangka memperingati Hari Anak Nasional (HAN) 2020, Lembaga Perlindungan Anak Indonesia (LPAI) Kendal memberikan 15 penghargaan kepada para aktiv

TRIBUN JATENG/SAIFUL MA'SUM
Anggota LPAI Kendal memberikan penghargaan kepada aktivis pemerhati anak dan perempuan di kantor Sekretariat LPAI Kendal Desa Sukolilan Patebon, Minggu (26/7/2020) 

TRIBUNJATENG.COM, KENDAL - Dalam rangka memperingati Hari Anak Nasional (HAN) 2020, Lembaga Perlindungan Anak Indonesia (LPAI) Kendal memberikan 15 penghargaan kepada para aktivis pemerhati anak di Kabupaten Kendal.

Penghargaan berupa piagam dan piala diberikan di Sekretariat LPAI Kendal di Desa Sukolilan Patebon, Minggu (26/7/2020) baik kepada perorangan maupun komunitas atau lembaga.

Meliputi Asosiasi Perusahaan Sahabat Anak (APSAI), Peduli Dhuafa Kendal (PDK) dan RT 3 RW 2 Desa Sukolilan Patebon serta beberapa penerima perorangan atau aktivis sebanyak 12 orang.

Yaitu Siti Choiriyah selaku pendamping PKH Desa Kedungsuren Kaliwungu Selatan, Sulistyo Ari Bowo anggota DPRD Kendal, Sofroul Faridatul Isma pendamping anak, Anton Munajat SiJum Sedekah Holic, Agus Supriyanto dari Cinta Dhuafa Kendal, Miyanti PKBM Patebon selaku pengelola anak putus sekolah pendidikan nonformal, Slamet Widiyanto Kepala Desa perintis Desa Ramah Anak, Budiyono anggota LPAI Kendal, Kartini Ardoko dari Persaudaraan Perempuan Nelayan Indonesia, Attiyatun anggota Peduli Dhuafa Kendal, dan Rochatun pegawai Dinas Pengendalian Penduduk Keluarga Berencana Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DP2KBP2PA).

Ketua LPAI Kendal, Yohana mengatakan, 15 penghargaan tersebut sebagai ucapan terimakasih atas dedikasi para aktivis yang membantu memperhatikan nasib anak-anak.

Dikatakannya, kekerasan terhadap anak di Kabupaten Kendal masih cukup tinggi hingga kini tercatat 23 kasus kekerasan yang dilaporkan. Sementara faktanya masih banyak kasus kekerasan terhadap anak yang terjadi. Hal tersebut sehingga perlu mendapatkan perhatian yang lebih serius dari semua pihak.

"Kehadiran LPAI di Kendal yang baru beberapa tahun ini ingin mengajak kepada semua pihak untuk bersama-sama memperhatikan kondisi anak di lingkungan sekitar. Jika melihat ada tindak kekerasan terhadap anak maupun perempuan, agar tidak tinggal diam. Paling tidak memberi tahu kepada LPAI atau pihak berwenang agar segera ditangani," ujarnya.

Katanya, kebanyakan masyarakat masih takut untuk melaporkan. Hal itu justru menghambat penanganan korban serta tidak memberikan efek jera bagi para pelaku.

"Jika kekerasan terhadap anak dibiarkan, maka kasihan si korban, sementara si pelaku masih tentang-tenang saja. Namun jika ada yang melaporkan, maka si korban bisa segera ditangani dan dilakukan pendampingan supaya pulih kembali. Bagi si pelaku bisa dijerat secara hukum, sehingga dengan efek jera tidak mengulangi perbuatannya kembali," jelasnya.

Miyati, seorang penerima penghargaan memberikan apresiasi kepada LPAI Kendal. Dirinya berharap akan lebih banyak para aktivis pemerhati anak dan perempuan yang bisa melindungi dan membantu kebutuhannya.

"Yuk bersama sayangi anak, jangan mudah untuk membenci maupun memarahinya," ajaknya. (Sam)

Penulis: Saiful Ma'sum
Editor: muh radlis
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved