Breaking News:

Berita Salatiga

Selama Pandemi Corona Jumlah Warga Buat Akta Kelahiran di Disdukcapil Salatiga Turun 14,5 Persen

Sejak mewabahnya pandemi virus Corona (Covid-19) jumlah warga yang membuat akta kelahiran pada Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Disdukcapil) K

TRIBUN JATENG/M NAFIUL HARIS
Kepala Disdukcapil Kota Salatiga Noegroho Agoes Setijono 

TRIBUNJATENG.COM, SALATIGA - Sejak mewabahnya pandemi virus Corona (Covid-19) jumlah warga yang membuat akta kelahiran pada Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Disdukcapil) Kota Salatiga menurun sampai 14,5 persen.

Kepala Disdukcapil Kota Salatiga Noegroho Agoes Setijono mengatakan dibandingkan periode yang sama pada tahun lalu Januari sampai Juli jumlah warga mengurus akta kelahiran tidak sebanding.

"Pada tahun 2019 lalu sampai Juli tercatat sebanyak 1.805 lembar akta kelahiran yang dikeluarkan Disdukcapil Kota Salatiga.

Saksi Hidup: Mereka Turun dari Truk, Mengepung dari Segala Penjuru Lalu Menembaki Kami

Para Ahli Sarankan AS Ditutup setelah Angka Kematian karena Corona Tembus 1.000 Hanya dalam 4 Hari!

Setelah Mencuri Mi Instan hingga Obat Nyamuk, Ibu Ini Malah Meminta Korban Membawakan karena Berat

Sebelum Ditemukan Tewas, Ini Pesan Terakhir Editor MetroTV Yodi Prabowo ke Suci, Pacar Curigai Ini

Sedangkan tahun ini hanya berkisar 1.455 atau ada penurunan sekitar 14,5 persen," terangnya saat dihubungi Tribunjateng.com, Senin (27/7/2020)

Menurut Agoes, hal tersebut dipengaruhi adanya larangan mengurus sejumlah administrasi kependudukan (Adminduk) secara langsung ke kantor karena pandemi virus Corona.

Kemudian, lanjutnya pengalihan ke layanan digital tidak selalu semua warga dapat memahami tahapan-tahapan yang ada.

Dikatakannya, meski terjadi penurunan penerbitan akta kelahiran jumlah kelahiran bayi diprediksi tidak sesuai data terekam Disdukcapil Salatiga.

Ia menambahkan, jumlah kelahiran dapat dimonitor secara persis apabila masyarakat membuat legalitas kelahiran bayi dengan mengurus aktanya.

"Karena apa bulan Juli ini belum selesai. Kalau mengacu data tahun lalu pengurusan akta kelahiran setiap bulan rata-rata 200-250 yang dilayani," katanya

Pihaknya menyatakan, faktor orang masih takut datang ke pelayanan kependudukan dikarenakan takut tertular virus Corona sehingga diprediksi masih banyak yang belum membuat akta kelahiran bayi masing-masing.

Dia mengungkapkan, masyarakat agar melakukan pengurusan Adminduk diantaranya akta kelahiran karena penting sebagai bukti sah dan hak anak untuk mendapatkan pelayanan publik dari pemerintah.

"Selambat-lambatnya 60 hari pasca kelahiran bayi. Setelah kelahiran dan terdata anak itu masuk dalam Kartu Keluarga (KK) dan mendapatkan Nomor Induk Kependudukan (NIK).

Adanya akta kelahiran juga manfaatnya sangat banyak, misalnya pengurusan dokumen lain seperti paspor, meminjam uang di bank dan sebagainya," ujarnya (ris)

Ikavesti Gelar Simulasi Pernikahan Tindaklanjuti Perbup Pati Terkait New Normal

Alumni Akpol 91 Bagikan 1.000 Paket Sembako Bagi Warga Terdampak Covid-19 di Juwangi Boyolali

Plt Bupati Kudus HM Hartopo Diperiksa 5 Jam di Kejati Jateng Terkait Kasus Suap PDAM

Komplotan Ini Dalam Seminggu Bisa Produksi 4 STNK Palsu, Pemesanan hingga Luar Jawa

Penulis: M Nafiul Haris
Editor: muh radlis
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved