Kamis, 30 April 2026
Wonosobo Hebat
Selamat Datang di Superhub Pemkab Wonosobo

Berita Sragen

Angka Kasus Terkonfirmasi Covid-19 di Sragen Terendah se-Soloraya

"Soloraya kita paling rendah Wonogiri sudah lebih tinggi dari kita, kemudian kalau di Jawa Tengah itu Sragen peringkat ke-30 dari 35 kabupaten/kota

Tayang:
Penulis: Mahfira Putri Maulani | Editor: muslimah
TribunJateng.com/Mahfira Putri
Tim dari Dinas Kesehatan Kabupaten Sragen ketika melakukan pemeriksaan rapid test beberapa waktu lalu 

TRIBUNJATENG.COM, SRAGEN - Kasus terkonfirmasi Covid-19 di Kabupaten Sragen menduduki angka paling rendah di Solo Raya. Berdasarkan data sebaran kasus Covid-19 Soloraya, Sebanyak 78 kasus di Sragen.

"Angka kasus terkonfirmasi Covid-19 di Sragen terendah di Soloraya, artinya kita bisa mengendalikan corona paling bawah di Soloraya," kata Bupati Sragen Kusdinar Untung Yuni Sukowati, Selasa (28/7/2020).

Dengan angka 78 kasus, Yuni menyampaikan resiko tertular virus corona rendah sepanjang seluruh masyarakat mau dan patuh untuk menjalankan protokol kesehatan Covid-19.

"Soloraya kita paling rendah Wonogiri sudah lebih tinggi dari kita, kemudian kalau di Jawa Tengah itu Sragen peringkat ke-30 dari 35 kabupaten/kota jadi peringkat 6 dari bawah," katanya.

Sementara itu, data per (26/7/2020) pukul 22.00 WIB, Surakarta masih menjadi kota dengan kasus tertinggi di Soloraya dengan angka terkondisi 239 disusul Sukoharjo dengan kasus 224.

Ketiga Kabupaten Boyolali dengan angka 174, disusul Karanganyar dengan 134 kasus, Klaten dengan 122 kasus dan Wonogiri 101 kasus terkonfirmasi Covid-19.

Yuni menyampaikan Pemkab Sragen telah mempersiapkan dana sebanyak Rp 106 miliar guna penanggulangan persebaran Covid-19 namun sudah terpakai 37 miliar.

Jumlah tersebut dikatakannya sepadan dengan hasil yang saat ini diperoleh. Sragen menduduki peringkat paling bawah angka kasus terkonfirmasi Covid-19 di Soloraya.

Yuni meminta agar masyarakat terus menggunakan masker setiap keluar rumah, rajin cuci tangan. Jika terpaksa berada di kerumunan agar hindari kontak fisik dan tetap jaga jarak.

Bupati juga menceritakan banyak masyarakat yang masih lupa gunakan masker. Dirinya menceritakan ketika melakukan razia masker pekan lalu ke masyarakat, beberapa masyarakat masih lupa untuk menggunakan masker.

"Kemarin kita melakukan razia bagi warga yang tidak menggunakan masker, ada yang terburu-buru kemudian ditangkap kita ambil KTP malah marah, ada juga yang hanya senyam-senyum menjawab lupa, beraneka ragam," katanya.

Yuni menyampaikan selama dua hari ini telah melakukan swab sebanyak 70 orang. Hasil swab tersebut dikirim ke Labkesda Semarang karena di RSUD dr Moewardi dan UNS sudah penuh.

"Kita selalu sampaikan begitu ada yang positif ya sudah positif. Saya sampaikan ada yang positif jika tanpa gejala Asimtomatik yasudah karantina di Technopark Sragen."

"Dibarengi dengan angka kesembuhan, yang penting walaupun ada yang sakit ada yang sembuh bikin balance dan usahakan tidak ada angka kematian baru," terang Yuni. (uti)

Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved