Breaking News:

UNS Surakarta

Kepala Pusdemtanas UNS Beri Formula Perampingan Lembaga Negara

Dr. Sunny menerangkan pembentukan lembaga negara harus dilihat dari tujuan konseptualnya. Yaitu, untuk menjalankan fungsi negara

IST
Kepala Pusdemtanas UNS Beri Formula Perampingan Lembaga Negara 

TRIBUNJATENG,COM, SOLO - Kepala Pusat Demokrasi dan Ketahanan Nasional (Pusdemtanas) Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) Universitas Sebelas Maret (UNS) Surakarta, Dr. Sunny Ummul Firdaus memberikan formula perampingan lembaga negara jika hal tersebut benar-benar akan dilakukan Presiden Joko Widodo (Jokowi).

Formula yang pertama adalah melihat tujuan awal dari pembentukan sebuah lembaga negara.

Ia mengatakan pentingnya posisi lembaga negara agar tidak tumpang tindih dengan lembaga negara lain.

Kedua, konsep hubungan antara lembaga negara dengan masyarakat, lembaga negara dengan pemerintah, dan antarlembaga negara harus diperjelas.

Ketiga, harus diperhitungkan asas kemanfaatannya.

Hal ini penting agar dalam keberjalanan sebuah lembaga negara dapat dilihat parameternya, apakah sudah dikatakan bermanfaat atau belum.

Selain itu, Dr. Sunny mengatakan perampingan lembaga negara juga harus memenuhi sejumlah aspek, baik dari aspek yuridis, historis, maupun empiris.

Aspek tersebut harus digunakan untuk mengukur apakah lembaga negara yang didirikan sudah memenuhi tuntutan transparansi, efisien, dan peningkatan kinerja.

“Kenapa lembaga negara yang sudah dibentuk justru dibilang menghabiskan anggaran negara dan tidak efisien. Perlu dipandang dari landasan filosofis, yuridis, dan empirisnya. Ini yang tidak serta mudah untuk membentuk dan tidak serta merta mudah untuk merampingkan,” ujar Dr. Sunny.

Dalam Webinar Nasional Forum Masyarakat Hukum bertajuk “Mencermati Perampingan Lembaga dan Kondisi Negara di Tengah Pandemi Covid-19”, Minggu (19/7/2020), Dr. Sunny menduga perampingan lembaga negara sengaja dilakukan Presiden Jokowi atas dasar efisiensi anggaran negara.

Halaman
12
Editor: abduh imanulhaq
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved