Breaking News:

Berita Semarang

Mengapa Aksi Gangster Marak di Kota Semarang? Ini Jawaban Kriminolog

Gangster di Kota Semarang makin menjamur, apalagi selama pandemi virus Corona ternyata banyak para gangster lebih aktif melakukan aksinya.

TRIBUN JATENG/IWAN ARIFIANTO
Anggota Gangster Sukun Stres ikut diamankan Tim Alap-alap Polsek Tembalang untuk dilakukan pembinaan, di kantor Polsek Tembalang, Senin (6/7/2020). 

TRIBUNJATENG.COM, SEMARANG - Gangster di Kota Semarang makin menjamur, apalagi selama pandemi virus Corona ternyata banyak para gangster lebih aktif melakukan aksinya.

Mayoritas gangster di Kota Semarang memiliki akun Instagram sebagai sarana eksistensi sekaligus mencari musuh dari kelompok gangster lain.

Informasi yang dihimpun Tribunjateng.com, terdapat akun instagram para gangster yang hingga kini masih aktif.

Ini Penyebab Harga Emas Melambung Tinggi Rp 1 Juta Lebih Per Kilogramnya Dua Hari Terakhir

Jokowi Telepon Donald Trump, Amerika Serikat Langsung Kirim 1.000 Ventilator ke Indonesia

Kisah Pengakuan PSK Online Semarang: Dari Ayam Kampus hingga Jadi Karyawati, Kini Coba Jualan Baju

Innalillahi Wa Innailaihi Rojiun, Kusnandar Tewas Kecelakaan, Jasad Masuk Selokan

Akun tersebut di antaranya Official_bangetayu, 232rayaa_official, wrkgangster, elegends242ku, pc.gading19.

Berikutnya Manunggal025Semarang, enjoynetik, kalipancur034allstar, remaja024sinting, 021officiall_, dan lainnya.

"Kami biasa mencari musuh lewat instagram, menantang lawan melalui direct messenger, setelah itu kami bertemu dan kegiatan itu kami siarkan langsung melalui akun instagram," ujar admin instagram gangster Sukun stress Semarang, R (13) saat di kantor Polsek Tembalang.

Aksi beringas para gangster di Semarang, terakhir dilakukan oleh gangster Sukun Stres Semarang yang menganiaya korban hingga mengakibatkan korban koma di rumah sakit selama 10 hari.

Melihat fenomena tersebut, Kriminolog Universitas Diponegoro (Undip), Nur Rochaeti mengungkapkan, dalam kajian Kriminologi ada berbagai faktor yang melatarbelakangi adanya kelompok gangster, atau kelompok kenakalan remaja yang lain untuk melakukan perilaku menyimpang atau kriminal.

Di antaranya kebutuhan dasar seperti kasih sayang, rasa aman, ekonomi, pendidikan, pengakuan yang tidak terpenuhi yang terjadi secara terus menerus.

Hal itu dapat berakibat mereka mencari aktifitas untuk memenuhi kebutuhan mereka.

Halaman
1234
Penulis: iwan Arifianto
Editor: galih permadi
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved