Breaking News:

Ngopi Pagi

FOKUS : Yang Muda Saatnya Berbicara

Persatuan Sepakbola Seluruh Indonesia (PSSI) telah merilis 27 pemain untuk mengikuti training center (TC) Timnas Indonesia di bawah asuhan Shin Tae-yo

Tribun Jateng
Galih Permadi 

TRIBUNJATENG.COM -- Persatuan Sepakbola Seluruh Indonesia (PSSI) telah merilis 27 pemain untuk mengikuti training center (TC) Timnas Indonesia di bawah asuhan Shin Tae-yong. Garuda bakal melakoni sisa laga Kualifikasi Piala Dunia 2022 dan Piala AFF 23 November 2020.

Pelatih asal Korea Selatan itu membuat gebrakan dengan tidak memanggil pemain langganan timnas. Sebut saja Stefano Lilipaly dan Andritany Adhiyasa. Shin lebih memilih pemain muda untuk mengisi skuad garuda.

Sebanyak 20 pemain diisi pemain dengan rentang usia 20-25 tahun. Ada lima pemain usia 20 tahun yakni Egy Maulana Vikri, Asnawi Mangkualam, Rachmat Irianto, Koko Ari, dan M Riyandi.

Lalu di atas mereka ada Osvaldo Haay, M Arfan, Yakob Sayuri, Asnawi Mangkualam, Miswar Saputra, Evan Dimas, Ryuji Utomo, Febri Haryadi, Arif Satria, Bagas Adi Nugroho, Muhammad Rafli, Andy Setyo, Nadeo, I Kadek Agung Widnyana, Dendy Sulistyawan, dan Zulfiandi.

Sementara itu,delapan pemain bangkotan di atas 25 tahun dipanggil Shin. Ada Rivky Mokodompit, Johan A Farizi, Hendro Siswanto, Kushedya, Ilija Spasojević, Adam Alis, Fachrudin, Asep Berlian, dan Irfan Bachdim.

Komposisi pemain yang dipanggil Shin menjadi titik terang regenerasi skuad Timnas Indonesia yang hingga kini miskin prestasi. Meski belum banyak makan asam garam, tapi paling tidak pemain-pemain muda ini bisa mengubah cara bermain dengan gaya kekinian.

Sudah bisa dilihat gaya permainan anak-anak muda di tubuh skuad Timnas U-16 dan U-19 yang mau memainkan bola. Tidak seperti gaya permainan pemain jaman old ketika ditekan lawan sering kehilangan bola atau maunya hanya tendang bola lambung panjang ke arah pertahanan lawan.

Ya, meski ini pertaruhan bagi Shin karena tekanan publik Indonesia yang maunya prestasi didapat secaras instan. Sedikit yang melihat dari proses. Semoga saja, pemain muda bisa menunjukkan kemampuannya agar Shin yakin jika mampu bersaing meski di level tertinggi di karir sepakbola nasional.

Itu di olahraga. Begitu juga di perpolitikan Indonesia jelang Pilakad 2020. Sudah banyak bermunculan nama-nama tokoh muda yang maju ke Pilkada di daerahnya.

Meski ghirah Pilkada tak seperti pemilihan presiden, tapi peran pemimpin daerah sangat krusial dalam mempengaruhi situasi nasional dalam lima tahun ke depan. Pilkada 2020 digelar di 9 provinsi, 224 kabupaten, dan 34 kota. Artinya, lebih setengah daerah tingkat dua di Indonesia akan menghelat pertarungan politik.

Kemunculan anak muda juga diharapkan bisa mengubah pembangunan baik pembangunan fisik dan sumberdaya manusia di daerah dengan gaya dan kebijakan mereka yang fresh dan mletik.

Meski ada beberapa calon muda muncul karena ada hubungan keluarga yang sedang berkuasa lalu muncul istilah politik dinasti, namun menurut saya tak masalah asalkan dia mampu sehingga nantinya kebijakan yang muncul benar-benar ide segar dari dia dan memberi kemakmuran bagi masyarakatnya. Jangan aji mumpung. Lalu tak tahu apa yang harus diperbuat.

Semoga saja, anak-anak muda yang terpilih dalam kontestasi pilkada nanti benar-benar memiliki kemampuan mengelola daerahnya. Karena kini, sudah saatnya anak muda berbicara.(*)

Mobil Dibakar Penggemar Jadi Inspirasi Via Vallen Ciptakan Lagu Mung Titipan

Sinopsis Drakor The K2 Episode 4, Tayang di Trans TV Hari Ini Jam 09.30 WIB

Remaja 16 Tahun Melahirkan di Toilet Restoran, Bayi Ditinggalkan Begitu Saja di Lantai

Hasil Liga Italia Tadi Malam Inter Milan Vs Napoli, Giliran Nerazzurri Pecundangi Napoli

Editor: Catur waskito Edy
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved