Breaking News:

KKN Undip

Mahasiswa KKN Undip Bikin Alat Praktis Cuci Tangan Cegah Corona,Tak Perlu Pegang Cukup Injak

Salah satu penularan virus Covid-19 disebut karena kurangnya menjag akebersihan tangan.

IST
Alat tempat handsanitizer yang tak perlu dipegang namun cukup diinjak sehingga penularan virus dapat diminimalkan 

TRIBUNJATENG.COM, NGAWI – Salah satu penularan virus Covid-19 disebut karena kurangnya menjaga kebersihan tangan.

Tangan adalah salah satu anggota tubuh yang sering berkontakan langsung dengan benda-benda, padahal benda yang dipegang belum tentu bersih dari kuman dan virus.

“Pemerintah juga sudah mengingatkan kepada kita semua agar selalu mencuci tangan dengan bersih,” kata mahasiswa Tim II KKN Undip, Indra Putra Pratama, Selasa (28/7/2020).

Namun, lanjutnya, anehnya masih banyak alat cuci tangan di tempat umum yang menyalakan kran dengan memegang tangan.

“Kita tahu bahwa kran itu sudah dipegang sama banyak orang, jadi peluang virus menyebar pun juga masih ada,” katanya.

Sedangkan di era new normal saat ini, masyarakat sudah diberi kebebasan melakukan aktivitas luar rumah dengan catatan mematuhi protokol kesehatan.

Indra Putra Pratama yang melakukan KKN di Desa Grudo, Kecamatan Ngawi, Kabupaten Ngawi, Jawa Timur, berhasil merancang desain yang sederhana.

“Cukup dengan injakan kaki, tangan kita bisa terlindung dari kuman, virus, dan bakteri. Ini bisa meminimalkan pencegahan virus dengan sangat baik,” katanya.

Selain itu, bahan yang dibuat juga mudah didapatkan. Yaitu terbuat dari pipa paralon berukuran 1 inch dan 1/2 inch dan handsanitizer.

Paralon dipotong sesuai kebutuhan ukuran, kemudian dirangkai sedemikian rupa hingga alat bisa bekerja dengan baik.

“Alat ini sangat mudah di buat dan dapat diletakan di depan rumah masing-masing, jadi jika ada yang bertamu akan terasa lebih aman,” katanya.

Kepala P2KKN Undip, Fahmi Arifan menambahkan, di tengah pandemi Covid-19 ini, kegiatan KKN difokuskan pada pendampingan masyarakat untuk menghadapi pandemi.

“Harapannya, hasil pengetahuan mahasiswa yang selama ini dipelajari di kampus dapat diaplikasikan ke masyarakat,” kata Fahmi.(*)

Editor: abduh imanulhaq
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved