Breaking News:

Berita Regional

Pemerintah Pusat Keluarkan Aturan Baru Pengganti Cuti Tahunan Guru dan Dosen

Pemerintah membuat beberapa aturan perubahan terkait cuti bagi pegawai negeri sipil (PNS).

IST
Dosen FIB Unsoed Purwokerto, Muhammad Taufiqurrohman 

TRIBUNJATENG.COM, SEMARANG - Pemerintah membuat beberapa aturan perubahan terkait cuti bagi pegawai negeri sipil (PNS).

Aturan tersebut termuat dalam Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 17 Tahun 2020 tentang Perubahan atas PP Nomor 11 Tahun 2017 tentang Manajemen PNS.

Deputi Bidang Pembinaan Manajemen Kepegawaian Badan Kepegawaian Negara (BKN) Haryomo Dwi Putranto mengatakan, di dalam PP Nomor 17 Tahun 2020, disebutkan yang menduduki jabatan guru dan dosen berhak mendapatkan cuti tahunan.

Kantor PDIP Dilempar Bom Molotov Tadi Malam, Sekjen DPP: Kami Tidak Kenal Takut

Pasutri Tewas Bersimbah Darah di Tegal, Diduga Terkait Bisnis Love Bird

Jokowi Telepon Donald Trump, Amerika Serikat Langsung Kirim 1.000 Ventilator ke Indonesia

Viral Suami Pergoki Istri Selingkuh, Sikapnya Buat Netizen Kagum

"Pada PP Nomor 17 Tahun 2020 disebutkan, PNS yang menduduki jabatan guru dan dosen berhak mendapatkan cuti tahunan.

Di aturan sebelumnya (PP Nomor 11 Tahun 2017), guru dan dosen tidak mendapatkan jatah cuti tahunan," ungkapnya dalam keterangan tertulis, Rabu (29/7/2020).

Menanggapi hal itu, Dosen Fakultas Ilmu Budaya (FIB) Universitas Jenderal Soedirman (Unsoed), Muhammad Taufiqurrohman menyampaikan di kampus dia mengajar aturan itu sudah diterapkan.

"Bagus itu.

Memang sudah seharusnya.

Karena guru dan khususnya dosen kan bekerja di ranah kognitif dan afektif sepanjang tahun.

Sehingga membutuhkan waktu luang yang cukup untuk ngademké mesin (otak)," ucpanya kepada Tribun Jateng.

Menurutnya, kesejahteraan waktu luang merupakan kebutuhan asasi bagi pekerja seperti dosen dan guru yang pada gilirannya akan berdampak pada lahirnya pemikiran-pemikiran yang lebih reflektif dan lebih segar.

"Untuk dosen, sebenarnya sudah ada Program Merenung (tidak 'bekerja' selama 6 bulan, tetapi khusus menghasilkan sebuah pemikiran atau inovasi). Ini juga sebuah kemajuan yang patut diapresiasi," tuturnya.

Namun, dia menyampaikan sayangnya program ini hanya bisa diakses oleh dosen dengan jabatan fungsional minimal Lektor Kepala. (kan)

Durochman Sumringah Dapat Bantuan Kursi Roda

Abdul Kadir Karding Ingatkan Presiden Masalah Politik Terkait Pembubaran Lembaga Negara

Mahmudi Minta Jangan Kucilkan Mantan Napi Terorisme

75 Pelaku UMKM di Sragen Ikuti Pelatihan Agar Bisa Masukkan Produk ke Toko Modern

Penulis: Muhammad Sholekan
Editor: muh radlis
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved