Tiga Hari Pasar Gemolong Sragen Kembali Dibuka, Pedagang Gelar Kenduren
Pedagang Pasar Gemolong Sragen lakukan Kenduren sebagai wujud syukur telah dibukanya kembali Pasar Gemolong.
Penulis: Mahfira Putri Maulani | Editor: sujarwo
TRIBUNJATENG.COM, SRAGEN - Pedagang Pasar Gemolong Sragen lakukan Kenduren sebagai wujud syukur telah dibukanya kembali Pasar Gemolong usai ditutup lima hari.
Kenduren atau selametan identik dengan nasi tumpeng lengkap dengan lauk-pauk diselenggarakan di dalam pasar dan hanya diikuti beberapa pedagang, pengurus pasar.
"Kami adakan Kenduren wujud syukur dari para pedagang, pengelola pasar karena pasar bisa buka lagi. Semoga pasar Gemolong bisa buka terus tidak ada lagi yang tertular Covid-19," kata Lurah Pasar Gemolong Harjono kepada Tribunjateng.com, Rabu (29/7/2020).
Dirinya menyampaikan seluruh pedagang mendukung dan berpartisipasi dalam syukuran tersebut, karena terbatas tempat dan harus tetap menerapkan sosial distancing hanya beberapa pedagang yang turut hadir.
"Semua pedagang mendukung, tetapi acara itu tadi hanya sebagian pedagang masalahnya tempat tidak cukup dan kita harus tetap menerapkan protokol kesehatan Covid-19 jaga jarak," lanjut Harjono.
Usai berdoa bersama nasi tumpeng dan lauk dimakan bersama dan dibagikan rata kepada para pedagang.
Makanan tersebut merupakan swadaya para pedagang yang secara cara mandiri memberikan materi berupa uang untuk diolah bersama.
"Para pedagang berinisiatif sendiri, sukarela memberikan sebagian rezekinya. Setelah uang terkumpul dibelikan bahan dan diolah oleh pengurus paguyuban pasar," tuturnya.
Selaku lurah pasar, Harjono berharap usai syukuran para pedagang terus terjaga keselamatan dari virus Corona dan tidak ada lagi pedagang yang tertular Covid-19.
"Semoga setelah ini pedagang pasar Gemolongt tidak ada lagi yang terkena cukup 4 orang saja, pedagang yang di swab tes tidak ada yang positif hasilnya," lanjut dia.
Harjono menyampaikan empat pedagang Pasar Gemolong yang terkonfirmasi Covid-19 ialah dua pedagang pakaian, satu pedagang mamas (jualan imitasi hias) dan satu penjual jajanan dan kue.
Hingga kini, sebanyak 40% pedagang Pasar Gemolong memang masih absen, tak hanya itu Harjono menyampaikan pembeli di Pasar Gemolong juga masih sepi.
"40% pedagang masih belum berjualan, pembeli juga sepi, semoga penyakit virus Corona yang menjadi momok kita bersama hilang dari pasar Gemolong."
"Yang sakit lekas sembuh seperti sedia kala yang mencari rizki di pasar Gemolong mendapatkan rezeki yang banyak halal serta barokah," pungkasnya. (*)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jateng/foto/bank/originals/suasana-pintu-masuk-pasar-gemolong-sragen.jpg)