Breaking News:

Berita Kendal

Bidan Dian Kendal Sering Kena Bully Dilempari Batu Pas Tracing Orang Kontak Fisik Pasien Corona

Bidan desa yang bertugas di Puskesmas I Kecamatan Brangsong Kabupaten Kendal ini pernah diadang oleh sejumlah warga.

TribunJateng.com/Saiful Ma'sum
Dian Eka (32) tenaga Paramedis di Puskesmas Brangsong 1 Kabupaten Kendal. 

TRIBUNJATENG.COM, KENDAL - Pandemi covid-19 ini entah sampai kapan.

Tugas paramedis termasuk bidan desa juga makin berat, terutama memberikan pemahaman kepada masyarakat terkait penanganan virus corona.

Bagaimana suka duka bidan desa?

Polah Monyet Gila Seks yang Kuasai Kota Lopburi dan Bermarkas di Bioskop, Polisi Kewalahan Tangani

Nyawa Perebut Bini Orang Kebumen Nyaris Melayang, Beruntung Gagang Golok Si Malaikat Maut Rusak

Viral Kisah Sedih Ojek di Rangkasbitung, Pinjamkan Motor pada Penumpang Malah Dibawa Kabur

Ronda Malam, Warga Solo Terinfeksi Covid-19 dari Teman yang Ternyata Positif Tanpa Gejala

Menjadi bidan desa sudah dijalani Dian Eka (32) sejak tahun 2011 hingga sekarang.

Pengalaman suka duka selama mengabdi sebagai paramedis menjadi support dan menguatkan dirinya untuk tetap melayani masyarakat dengan sepenuh hati, meski banyak hujatan, cacian, hinaan, teror dan intimidasi, terutama selama pandemi corona ini.

Bahkan bidan desa yang bertugas di Puskesmas I Kecamatan Brangsong Kabupaten Kendal ini pernah diadang oleh sejumlah warga.

Entah apapun alasan mereka, Dian tetap melaksanakan tugas sesuai protokol kesehatan.

Dan itu dia yakini sebagai langkah yang benar meski mendapat banyak rintangan.

Semua dilakukan demi kesehatan dan keselamatan masyarakat.

Itu prinsip dan sudah menjadi tugasnya.

Halaman
1234
Penulis: Saiful Ma'sum
Editor: Daniel Ari Purnomo
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved