Berita Semarang
Dadi Mulyadi Anggap Isu Napi Kendalikan Narkoba dari Lapas Kedungpane Semarang Hanya Alasan Klasik
Kepala Lapas Kelas I Kedungpane Semarang, Dadi Mulyadi mengatakan, alasan tersebut memang acap kali ditemui.
Penulis: Rifqi Gozali | Editor: Daniel Ari Purnomo
TRIBUNJATENG.COM, SEMARANG - Tidak sedikit dari mereka yang tertangkap karena kasus narkoba beralasan dikendalikan jaringan dari dalam Lapas Kelas I Kedungpane Semarang.
Namun, setelah dicek ternyata keberadaan pengendali dari Lapas tidak ada.
Kepala Lapas Kelas I Kedungpane Semarang, Dadi Mulyadi mengatakan, alasan tersebut memang acap kali ditemui.
Namun saat dicek pihaknya, ternyata pengendali yang disebutkan dari dalam Lapas tidak ada namanya.
Atau, kalau tidak begitu, kata Dadi, pengendali narkoba dari dalam Lapas Kedungpane yang disebutkan mereka yang terjerat kasus benar adanya.
Saat dicek ternyata dia sudah bebas.
"Itu alasan klasik," kata Dadi, Kamis (30/7/2020).
Alasan dikendalikan dari dalam Lapas yang diutarakan oleh mereka yang tertangkap oleh Polisi atau BNN lantaran kasus narkoba, menurut Dadi, wajar.
Sebab, mayoritas narapidana yang saat ini mendekam di Lapas Kedungpane terjerat kasus narkoba.
"Jumlah narapidana narkoba di kami mencapai seribu lebih," jelasnya.
Maka tidak heran ketika ada yang beralasan dikendalikan dari dalam Lapas Kedungpane, menurut Dadi, itu hanya untuk mengelabuhi saja.
Beberapa dari pelaku yang tertangkap lantaran narkoba yang akhirnya mengaku dikendalikan dari dalam tidak ingin jaringannya terungkap.
Apalagi, jaringan narkoba memang jaringan terputus.
"Mengaku dikendalikan dari dalam itu semacam strategi saja, begitu," kata dia.
(*)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jateng/foto/bank/originals/kalapas-kelas-i-kedungpane-semarang-dadi-mulyadi-1.jpg)