Berita Banjarnegara

Tadi Pagi Embun Es Kembali Selimuti Dieng, Homestay Sudah Ramai Dipesan Akhir Pekan

Titik-titik embun yang menempel di dedaunan dan rerumputan di komplek Candi Arjuna Dieng, berubah menjadi embun es dan mengkristal.

Penulis: khoirul muzaki | Editor: m nur huda

TRIBUNJATENG.COM, BANJARNEGARA - Dieng kembali diselimuti suhu beku pagi tadi, Kamis (30/7/2020).

Titik-titik embun yang menempel di dedaunan dan rerumputan di komplek Candi Arjuna Dieng, berubah menjadi embun es dan mengkristal.

Hamparan tanaman yang memutih itu tak ayal melahirkan pemandangan unik yang melengkapi keindahan panorama Dieng.

Mayat Tanpa Identitas di Kampung Kali Semarang Ternyata Mimin Warga Pekunden

Inilah Alasan Kader PKS Kota Solo Pakai Baju Batik Gibran: Lha, Ini Usulan Kaukus Muda  

Mantan Bartender Ini Bikin Brownies Rasa Ganja, Sudah Terjual Ke Semarang dan Jakarta

PLN Siap Jalankan Stimulus Covid-19 untuk Pelanggan, Dukung Pemerintah Pulihkan Ekonomi

Meski terjadi setiap tahun, umumnya saat musim kemarau, fenomena ini masih menjadi daya tarik wisatawan.

Terlebih kemunculan bun upas belakangan ini bebarengan dengan pembukaan objek wisata Dieng, khususnya Candi Arjuna yang lebih kerap diselimuti embun es di banding lokasi lain di kawasan Dieng.

Sayangnya, kemunculan embun es lagi ini tak dinikmati banyak wisatawan.

Maklum, Dieng, sebagaimana objek wisata lain diramaikan wisatawan saat hari libur atau akhir pekan.

"Pagi ini Dieng minus 3 derajat celcius," kata Fortuna Dyah Setyowati, pemilik homestay Green Savannah Desa Dieng Kulon, Batur, Kamis (30/7/2020).

Berbeda dengan akhir pekan mendatang, kunjungan wisatawan ke Dieng diperkirakan akan meningkat.

Ini terlihat dari tingkat okupansi homestay di Desa Dieng Kulon, atau sekitar komplek candi Arjuna Dieng.

Fortuna Dyah Setyowati mengatakan, banyak wisatawan telah memesan kamar untuk akhir pekan tanggal 31 Juli 2020 mendatang.

Meningkatnya okupansi homestay ini menyusul pembukaan objek wisata Dieng yang dikelola Pemkab Banjarnegara, semisal Candi Arjuna dan kawah Sikidang.

Selain itu, tentu saja, banyak wisatawan yang penasaran untuk menyaksikan fenomena langka embun upas di dataran tinggi Dieng.

"Tanggal 31 ramai, banyak yang booking,"katanya

Meningkatnya okupansi homestay di Dieng menjadi sinyal kebangkitan industri pariwisata Dieng yang sempat terpuruk karena pandemi.

Sejak ditutup Maret 2020 lalu, para pelaku industri pariwisata Dieng terpukul, termasuk pemilik homestay.

Seluruh homestay di Dieng sepi tamu karena objek wisata ditutup.

Padahal para pengusaha penginapan hanya mengandalkan kunjungan wisatawan di Dieng untuk menyewa kamar mereka.

Fortuna pun mengakui sempat takut menerima tamu dari luar kota di awal-awal merebaknya virus Corona di Indonesia.(*)

Sumber: Tribun Jateng
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved