Breaking News:

KKN Undip

Benarkah Batik Lasem Mampu Mencegah Penularan Covid-19? Faceshilbang Khas Rembang Jawabannya

Pembuatan faceshilbang yang diajarkan oleh mahasiswa KKN Undip sedikit berbeda dari face shield pada umumnya.

tribunjateng/rika
Motif Latohan (tangkai di batik merah) dan motif Sekar Jagad (bunga berserakan di batik hijau) merupakan ciri khas batik Lasem. 

TRIBUNJATENG.COM - REMBANG - Di tengah pandemi Covid-19, ibu-ibu masyarakat Desa Pamotan, RT 01 RW 10, Kecamatan Pamotan, Kabupaten Rembang, Jawa Tengah, mendapatkan pelatihan pembuatan faceshilbang untuk mencegah penularan Covid-19 oleh mahasiswa KKN Universitas Diponegoro.

Pembuatan faceshilbang yang diajarkan oleh mahasiswa KKN Undip sedikit berbeda dari faceshield pada umumnya.

Faceshilbang merupakan face shield khas dari Rembang.

Kekhasan tersebut terletak pada penambahan kain batik khas Rembang, yaitu kain batik Lasem dalam pembuatan faceshield.

“Penambahan kain batik khas Rembang bertujuan unutk mem-branding kain batik khas Rembang dan juga dapat meningkatkan nilai jual pada faceshilbang tersebut,” kata mahasiswa KKN Tim II Undip 2020, Ayu Luvitasari, Kamis (30/7/2020).

Pelatihan tersebut diberikan kepada masyarakat Desa Pamotan khususnya ibu-ibu RT 01 RW 10 Desa Pamotan.

Tujuan diberikannya pelatihan pembuatan Faceshilbang adalah untuk meningkatkan pengetahuan warga tentang cara pencegahan Covid-19 (selain penggunaan masker dan cuci tangan), meningkatkan penghasilan warga dengan pembuatan dan penjualan face shield kepada masyarakat.

Dengan diberikannya pelatihan pembuatan faceshilbang, diharapkan masyarakat dapat memanfaatkan situasi pandemic Covid-19 ini untuk memproduksi faceshilbang secara mandiri, dan dapat diperjualbelikan kepada masyarakat. Sehingga dapat menambah penghasilan untuk keluarga.

Kepala P2KKN Undip, Fahmi Arifan menambahkan, di tengah pandemi Covid-19 ini, kegiatan KKN difokuskan pada pendampingan masyarakat untuk menghadapi pandemi.

“Harapannya, hasil pengetahuan mahasiswa yang selama ini dipelajari di kampus dapat diaplikasikan ke masyarakat,” kata Fahmi. (*)

Editor: abduh imanulhaq
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved