Breaking News:

Berita Jateng

Ganjar Akan Mulai Terapkan Sekolah Tatap Muka, Ini Kata Komisi E DPRD Jateng

Bendahara DPW PKB Jateng ini juga berharap agar pembelajaran tatap muka dilakukan bertahap

TribunJateng.com/Mamdukh Adi Priyanto
Abdul Hamid 

TRIBUNJATENG.COM,SEMARANG - Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo meminta Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Provinsi Jateng untuk merancang skema pembelajaran tatap muka.

Disdikbud juga diminta untuk berkoordinasi dengan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Jateng untuk mengetahui peta persebaran penularan virus corona Covid-19.

Dari instansi tersebut bisa diketahui daerah mana saja yang merah, kuning, atau pun hijau. Tentu saja pembelajaran dilakukan dengan protokol kesehatan ketat.

Menanggapi hal ini Komisi E DPRD Jateng yang membidangi pendidikan berharap agar pemerintah menyiapkan dengan matang pembelajaran tatap muka tersebut.

Cerita Susah Sinyal dari Bawang Batang, Sofiatun dkk Sampai Naik Atap Ikuti PJJ

Promo Superindo 30 Juli - 2 Agustus 2020, Ada Super Diskon Ulang Tahun, Simak Daftar Lengkapnya

Banyak yang Tidak Tahu, Jangan Langsung Simpan Daging Kurban di Freezer, Kualitas Akan Menurun

Dede Sunandar Banting Setir Jualan Mi Ayam Buat Bayar Utang, Sule Kaget Tahu Harga Semangkoknya

"Memang betul akhir-akhir ini banyak orangtua mengeluh dengan pola pembelajaran daring (online). Orangtua juga mengeluhkan lantaran mereka memiliki kesibukan sendiri sehingga tidak bisa mengurusi anaknya untuk melakukan pendampingan," kata Ketua Komisi E DPRD Jateng, Abdul Hamid, Jumat (31/7/2020).

Jika pemerintah provinsi akan memulai skema pembelajaran tatap muka kembali, kata dia, protokol kesehatan di tiap sekolah harus diperhatikan.

Selain itu, wakil rakyat dari Fraksi PKB ini meminta agar pembelajaran tatap muka diberlakukan di zona hijau penularan covid terlebih dahulu.

Indikator bahwa satu daerah zona hijau, kata dia, pemerintah provinsi bisa berkoordinasi dengan pemerintah kabupaten/kota setempat.

Jika pemerintah daerah sudah mengizinkan, atau artinya satu daerah minim penularan covid, artinya pembelajaran tatap muka bisa dilakukan.

"Tentang pembelajaran tatap muka, kementerian pun telah mengeluarkan petunjuk dan pelaksanaannya. Karena itu, sekolah harus mulai menyiapkan protokol kesehatan," ucapnya.

Dewan yang akrab disapa Amex ini menuturkan penentuan zona hijau lebih baik berdasarkan lingkup kecil, misalnya kecamatan, bukan kabupaten/kota. Bisa saja dalam satu kabupaten/kota, ada satu kecamatan yang berstatus zona merah atau rawan penularan namun kecamatan lain zona hijau.

Bendahara DPW PKB Jateng ini juga berharap agar pembelajaran tatap muka dilakukan bertahap. Hal itu bisa dikatakan untuk simulasi terlebih dahulu.

Pembelajaran bisa dimulai dengan sekolah level SMP dan SMA terlebih dahulu yang ada di zona hijau. Baru sebulan kemudian bisa dilanjutkan dengan Sekolah Dasar, dan bulan selanjutnya bisa TK dan PAUD.

"Pembelajaran juga sebaiknya menggunakan sistem sif sehingga tidak terlalu banyak siswa dalam satu kelas. Konsekuensinya jam pelajaran pun berkurang," ujarnya.

Meskipun demikian, ia meminta kepada dinas terkait untuk menghentikan pembelajaran tatap muka jika di wilayah lokasi sekolah terdapat kasus positif Covid-19.(mam)

Penulis: mamdukh adi priyanto
Editor: muslimah
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved