Breaking News:

Berita Sragen

Pemkab Sragen Gencar Sosialisasi Cetak Akta Kelahiran & KK Tak Lagi Gunakan Security Printing 

Peraturan baru tersebut berupa beralihnya kertas HVS 80 gram dari security printing dalam pencetakan Akta kelahiran dan kartu keluarga (KK).

TRIBUNNEWS
Ilustrasi akta kelahiran 

TRIBUNJATENG.COM, SRAGEN - Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Disdukcapil) Kabupaten Sragen lakukan sosialisasi aturan baru dari Kemendagri di Kecamatan Masaran, Sabtu (1/8/2020).

Peraturan baru tersebut berupa beralihnya kertas HVS 80 gram dari security printing dalam pencetakan Akta kelahiran dan kartu keluarga (KK).

"Kami lakukan sosialisasi bahwa pencetakan Akta kelahiran dan KK bisa menggunakan kertas HVS 80 gram ukuran A4, 1 rangkap," kata Kepala Bidang (Kabid) Pemanfaatan Data dan Inovasi Pelayanan, Disdukcapil Kabupaten Sragen, Dani Wahyu Setiawan, Sabtu (1/8/2020).

Daftar Harga HP Realme Bulan Agustus 2020, Ada Realme C15 Juga Lho

Ketua DPRD Jepara Meninggal Terkonfirmasi COVID-19, Bupati: Memiliki Penyakit Penyerta

Trump Bakal Larang Warga AS Main TikTok, Tuding Aplikasi dari China Pencuri Data

Penyerahan Djoko Tjandra dari Kerajaan Malaysia Ke Polisi Indonesia Dilakukan Dalam Pesawat

Dani, panggilan akrabnya, menyampaikan, dahulu aturan pencetakan KK dan akta kelahiran menggunakan pasal 22, sekarang telah beralih ke pasal 12.

Pada Pasal 12, pemberitahuan mengenai spesifikasi formulir dan bukti spesifikasi formulir, pengajuan pelayanan pendaftaran penduduk dan pencatatan sipil sebagaimana dimaksud dalam pasal 4 ayat 1 formulir yang digunakan dalam pemanfaatan data dan dokumen kependudukan bahan baku kertas HVS 80 gram, ukuran A4 jumlah 1 rangkap dan berwarna putih.

Dalam akta dan KK tersebut tidak ada stempel melainkan Tanda Tangan Elektronik (TTE) juga akan ada barcode sebagai bukti legalitas surat.

"Ini memudahkan masyarakat untuk mencetak dokumen mandiri, tidak ada stempel hanya TTE dan legalitas hanya barcode," katanya.

Peraturan tersebut dikatakan Dani telah berlaku sejak (1/7/2020).

Ketentuan tersebut tidak berlaku bagi KTP dan KIA yang masih menggunakan blangko untuk pencetakan dan tidak bisa dilakukan mandiri.

Sosialisasi tersebut dilakukan sekaligus pemberian e-KTP kepada masyarakat yang baru memiliki e-KTP dengan kisaran umur 17, 18, 19.

Halaman
12
Penulis: Mahfira Putri Maulani
Editor: m nur huda
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved