Breaking News:

Kesehatan

Tips Sehat Mengonsumsi Daging Kambing Anti-Hipertensi

Makan daging hewan kurban beramai-ramai bersama keluarga, tetangga, atau kawan memang asyik. Apalagi kalau masak atau bakar sate bareng-bareng.

Ilustrasi penyembelihan hewan kurban pada momen Iduladha 2020.
Ilustrasi penyembelihan hewan kurban pada momen Iduladha 2020. (TRIBUN JATENG/SAIFUL MA'SUM)

HABIS makan daging hewan kurban, kok malah pusing? Aha, makan daging hewan kurban beramai-ramai bersama keluarga, tetangga, atau kawan memang asyik. Apalagi kalau masak atau bakar sate bareng-bareng. 

Jangan sampai berlebihan ya. Karena seringkali kita dengar keluhan, habis makan hewan daging kurabn malah jatuh sakit.    
Ayu Rahadiyanti SGz MPH, dosen Prodi S1 Gizi Universitas Diponegoro, menjelaskan, mengapa hal ini terjadi. 
Berdasarkan penelitian yang dilakukan oleh The Scientific Advisory Committee on Nutrition, jumlah rata-rata konsumsi daging merah yang dianjurkan adalah 70 gram per hari. Daging merah di sini bisa berasal dari sapi, kambing, dan sejenisnya.

"Namun, sebaiknya daging merah tidak dikonsumsi tiap hari karena kandungan lemak jenuh, kolesterol, dan natrium di dalamnya yang tinggi," katanya.

Ia pun memaparkan, jika dikonsumsi tiap hari dalam jumlah banyak, maka dapat meningkatkan kadar tekanan darah, kolesterol total, LDL serta menurunkan nilai HDL. Gejala yang timbul akibat konsumsi daging berlebih biasanya nyeri di bagian tengkuk, pusing, nyeri di kaki yang ditandai dengan tekanan darah atau kadar kolesterol yang tinggi.
Adapun dampak buruk itu bisa dipicu karena kebiasaan mengonsumsi daging berlemak, gajih, dan jeroan. Bagian tersebut tinggi akan lemak jenuh dan kolesterol. Asupan kolesterol yang dianjurkan, yakni kurang dari 300 miligram per hari. Sebagai contoh 100 gram jeroan sapi mengandung 380 gram kolesterol. Sedangkan 100 gram daging sapi tidak berlemak mengandung 70 miligram kolesterol.

"Saat perayaan Iduladha ini, kita harus bijak dalam mengonsumsi daging. Jangan berlebihan. Sebaiknya yang harus dihindari adalah mengonsumsi daging berlemak, jeroan, dan gajih lebih dari 2 potong sedang atau 70 gram lebih per harinya.
Lalu, hindari daging yang diolah dengan banyak minyak, misal untuk digoreng atau dibakar (diolesi banyak mentega/minyak). Pemakaian garam dalam jumlah banyak, yakni lebih dari satu sendok teh pun perlu dihindari," katanya.

Lalu bagaimana agar kita masih aman mengonsumsi daging kurban dan tubuh tetap sehat? 

Ayu membagi tipsnya.  Pertama, pilih daging tanpa lemak yang diolah dengan sedikit minyak, disertai bawang putih dan rempah–rempah. Selain itu, imbangi juga dengan banyak konsumsi sayur, buah-buahan, serta minum air putih untuk menemani hidangan utama bersumber dari daging.
Kemudian, untuk pengidap darah tinggi pun tetap bisa menyantap daging merah saat Iduladha. Asalkan, konsumsi daging tanpa lemak hanya 1 potong sedang per harinya (35 gram). Lalu, itu diolah dengan sedikit minyak serta diimbangi dengan konsumsi sayur dan buah.

"Porsinya memang sangat sedikit karena konsumsi daging merah akan berpengaruh besar terhadap peningkatan tekanan darah jika konsumsi sayur dan buah sangat terbatas (tidak diimbangi). Pengurangan porsi ini juga berlaku bagi orang-orang pengidap hiperkolesterolemia (kadar kolesterol tinggi), dislipidemia (kadar lipid dalam darah yang tinggi), stroke, penyakit jantung, dan asam urat," tambahnya.

Ia pun mengingatkan. Meski daging merah bisa mempengaruhi peningkatan tekanan darah, bukan berarti jenis daging ini tidak memiliki manfaat. "Adapun sejumlah manfaat dari daging merah adalah karena kaya akan protein dan zat besi yang dapat mencegah terjadinya anemia'' tandasnya. (akhtur gumilang)

Editor: moh anhar
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved