Breaking News:

KKN Undip

Mahasiswa KKN Undip Bikin Kaget Warga, Ikan Bisa jadi Nugget dan Berbiaya Murah

Konsumsi ikan mingguan usia <6 th sebanyak 1 ekor, usia 6-8 th 1.5 ekor, > 9 th 3 ekor (*mingguan).

IST
Program GemarIkan dijadikan materi mahasiswa KKN Tim II Undip 2020 Annisa Syafira dalam kegiatan arisan rutin Dawis Dahlia 

TRIBUNJATENG.COM - PATI – Makan ikan secara rutin adalah hal yang sangat penting guna peningkatan kecerdasan anak usia dini, kesehatan untuk peningkatan sistem imun tubuh dan memperpanjang usia hingga >68 tahun menurut Harvard School of Public Health.

Konsumsi ikan mingguan usia <6 th sebanyak 1 ekor, usia 6-8 th 1,5 ekor, lebih dari 9 tahun 3 ekor.

Mengolah ikan dapat berperan dalam peningkatan konsumsi ikan mampu meningkatkan daya tarik terhadap produk tersebut dibandingkan kan yang hanya dikonsumsi biasa-biasa saja.

Upaya pengolahan ikan menjadi produk yang digemari salah satunya yaitu ikan menjadi nugget.

Program GemarIkan dijadikan materi mahasiswa KKN Tim II Undip 2020 Annisa Syafira dalam kegiatan arisan rutin Dawis Dahlia dengan jumlah peserta sebanyak 13 ibu rumah tangga.

Program diberikan dengan melakukan demonstrasi tutorial masak dan sosialisasi.

Sosialisasi dengan memaparkan bahwa konsumsi ikan harus dilakukan secara rutin dan menjelaskan manfaatnya.

Serta menekankan konsumsi ikan keluarga minimal 2-3 kali seminggu.

Baik ikan dikonsumsi secara langsung atau diolah menjadi nugget yang tentunya murah, sehat, dan bergizi.

Produk nugget juga dibagikan kepada semua peserta sebagai contoh olahan hasil ikan.

Antusias warga sangat tinggi, salah satunya Tyas terhadap proses pembuatan produk nugget.

“Berarti biaya untuk mengolah menghabiskan uang yang banyak yaa?” tanyanya.

“Untuk seluruh biaya tergolong sangat murah. Tidak sampai Rp.30 ribu bahan utama ikan 1 kg.” 

“Wah murah pol ya, rasane ya enak regane yaa murah. Ya wes sesok tak masake anakku ben doyan iwak. Sak keluarga ben sehat,” balasnya.

Melihat respons peserta Arisan yang cukup tinggi, Annisa Syafira ingin melanjutkan peninjauan kembali dengan melakukan pembagian kuisioner.

Dengan cara door to door guna mengetahui tingkat keberhasilan program GemarIkan.

Kepala P2KKN Undip, Fahmi Arifan menambahkan, di tengah pandemi Covid-19 ini, kegiatan KKN difokuskan pada pendampingan masyarakat untuk menghadapi pandemi.

“Harapannya, hasil pengetahuan mahasiswa yang selama ini dipelajari di kampus dapat diaplikasikan ke masyarakat,” kata Fahmi.(*)

Editor: abduh imanulhaq
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved