Breaking News:

OJK Buka Peluang Perpanjang Restrukturisasi Kredit

ada peluang memperpanjang kelonggaran kredit itu, terlebih secara tren, puncak restrukturisasi terjadi pada April-Mei lalu.

IST
Petugas OJK melayani pengunjung. 

JAKARTA, TRIBUN - Mulai turunnya restrukturisasi kredit tak membuat Otoritas Jasa Keuangan (OJK) berniat menghentikan Peraturan OJK (POJK) Nomor 11/POJK.03/2020 tentang Stimulus Perekonomian Nasional sebagai Kebijakan Countercyclical Dampak Penyebaran Coronavirus Disease 2019.

Deputi Komisioner Humas dan Logistik OJK, Anto Prabowo bahkan malah menyebut ada peluang memperpanjang kelonggaran kredit tersebut. Terlebih, secara tren, puncak restrukturisasi terjadi pada April hingga Mei lalu.

Menurut dia, adanya pelonggaran pembatasan sosial berskala besar (PSBB) dan ekomomi yang kembali berjalan, membuat restrukturisasi kredit mulai melandai di pada Juni lalu.

“Walaupun restrukturisasi telah melandai, OJK memungkinkan restrukturisasi diperpanjang. Kebijakan ini masih dalam diskusi, sehingga keputusannya akan disepakati sebelum akhir tahun, maksimal Oktober,” katanya, dalam virtual konferensi, pekan lalu.

Per 28 Juli, Anto menuturkan, jumlah kreditur yang mengajukan restrukturisasi di sektor multifinance mencapai 4,73 juta nasabah, sementara 362.529 lain masih dalam proses persetujuan.

Sedangkan untuk sektor UMKM, nasabah yang telah melakukan restrukturisasi mencapai 5,38 juta nasabah dengan total nilai Rp 330,27 triliun.

Sementara realisasi di non-UMKM sebanyak 1,34 juta nasabah telah direstrukturisasi dengan nilai Rp 454,09 triliun.

“Dari data ini, kami melihat kalau restrukturisasi tidak berjalan baik, tentu akan menimbulkan masalah di industri keuangan.

Sebaliknya, kalau berjalan baik kemungkinan restrukturisasi tidak diperpanjang. Makanya kami masih melihat dulu, apakah restrukturisasi ini perlu diperpanjang atau tidak, tergantung dari pandemi juga,” tandasnya.

Sebelumnya, para bankir telat mendesak OJK untuk memperpanjang masa waktu program restrukturisasi ini. Paling tidak perpanjangan dinilai perlu dilakukan selama 1 tahun.

Ketua DK OJK Wimboh Santoso pun sudah memberi lampu hijau agar POJK Nomor 11 itu dapat diperpanjang kembali. Alasannya, untuk memberikan ruang bagi para pelaku usaha yang terdampak covid-19 dapat bangkit lagi. (*)

Editor: Vito
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved