Breaking News:

Pencarian 8 Marinir di Tank Amfibi yang Tenggelam Akhirnya Dihentikan, Ini Alasannya

Militer AS menyatakan, mereka menghentikan pencarian atas 8 anggota Marinir yang hilang.

AFP/JOE KLAMAR
Foto tertanggal 19 Februari 2014 menampilkan tank amfibi AAV-7 saat latihan militer Amerika Serikat-Jepang di Camp Pendleton, California. 

TRIBUNJATENG.COM, WASHINGTON DC - Militer AS menyatakan, mereka menghentikan pencarian atas 8 anggota Marinir yang hilang ketika sebuah tank amfibi tenggelam, dengan status mereka dianggap tewas.

Personel militer itu dilaporkan menaiki kendaraan tempur yang tenggelam di perairan dalam lepas pantai selatan California saat latihan, Kamis (30/7/2020).

Dalam keterangan Marinir AS, mereka menggelar pencarian selama 40 jam dengan area penyisiran hingga 1.000 mil laut persegi. 

Dilaporkan Al Jazeera Minggu (2/8/2020), mereka mengerahkan helikopter hingga kapal baik dari Korps Penjaga Pantai hingga Angkatan Laut.

"Dengan berat hati saya memutuskan untuk menghentikan operasi pencarian dan penyelamatan," kata Kolonel Christopher Bronzi, Komandan Unit Ke-15 Ekspedisi Kelautan.

Total ada 16 personel yang menaiki tank amfibi itu. Delapan bisa diselamatkan, namun salah satunya tewas dengan dua berada dalam kondisi kritis.

Semua anggota marinir yang mengalami insiden berasal dari Unit Ke-15 Ekspedisi Kelautan, yang bermarkas di Kamp Pendleton. Bronzi menerangkan, kini fokus mereka adalah mencari dan menemukan kedelapan jenazah dari anggota tersisa yang terlibat dalam latihan.

Kecelakaan latihan Kendaraan tempur itu dilaporkan berada sekitar 1.000 meter di barat laut pesisir Pulau San Clemente, dan terjun ke air Kamis sore waktu setempat. kendaraan pengangkut dengan bobot 26 ton itu didesain menjadi alat mobilitas pasukan ketika berada di kapal perang hingga ke permukaan.

Pada saat kejadian, kendaraan lapis baja tersebut baru saja kembali ke kapal dari pulau yang memang digunakan sebagai kawasan latihan. Kendaraan itu disebut tenggelam beberapa ratus kaki di laut dalam, dengan militer menyebut tak bisa dijangkau oleh para penyelam. (*)

Editor: sujarwo
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved