Breaking News:

Tiga Residivis Begal Ini Berkomplot Lagi, Ditangkap Kawanan Polisi Beserta Alat Hisap Sabu

Bukannya jera, tiga residivis kasus begal yang bebas dari penjara malah berkomplot lagi melakukan aksi serupa.

google
Ilustrasi Begal 

TRIBUNJATENG.COM, JAKARTA - Bukannya jera, tiga residivis kasus begal yang bebas dari penjara malah berkomplot lagi melakukan aksi serupa.

Namun aksinya sia-sia. Ketiganya masing-masing berinisial S, H dan R kembali ditangkap jajaran Polsek Tambora di rumah kontrakannya pada Sabtu (1/8) siang.

Pada saat penangkapan juga ditemukan alat hisap sabu.

Kapolsek Tambora Kompol Iver Son Manossoh mengatakan sebelumnya pihaknya telah menerima sejumlah laporan dari mereka yang pernah menjadi korban begal para pelaku itu.

Dengan dipimpin Kanit Reskrim Polsek Tambora AKP Suparmin, Polisi lalu melakukan penyelidikan dan didapat informasi bahwa ketiganya terlacak di sebuah rumah kontrakan di kawasan Tambora.

“Para pelaku ditangkap di rumah kontrakannya. Kemudian kami juga menemukan alat hisap sabu dan satu plastik kecil berisi sabu sisa pakai,” kata Iver Son, Sabtu (1/8).

Setiap kali beraksi, para pelaku menggunakan senjata tajam. Alhasil pada saat penggeledehan ditemukan dua senjata tajam jenis celurit, dua samurai dan satu badik di dalam kontrakan.

“Jadi ketika mereka mendapat target sasaran, pelaku mengeluarkan senjata tajam dan langsung menakut-nakuti korban,” kata Iver Son.

Korban yang takut, akhirnya menyerahkan benda berharganya seperti ponsel atau sepeda motor. Apabila korban melawan saat ditodongkan senjata tajam, para pelaku tidak segan-segan melukai.

“Ketiga pelaku merupakan residivis dalam kasus yang sama,” sambung Iver Son.

Menurut Iver Son, ketiganya sudah sering beraksi di wilayah Tambora hingga sebanyak lima kali yaitu di Tanah Sereal dua kali, Pekojan satu kali, Jembatan Besi satu kali dan Tamansari satu kali.

Para pelaku selanjutnya akan menjalani tes urine di Mapolsek Tambora guna mengetahui apakah positif narkoba atau tidak.

Adapun barang bukti lainnya yang disita yakni dua unit ponsel curian.

Para pelaku dijerat Pasal 365 KUHP tentang pencurian dengan kekerasan, ancaman hukuman di atas lima tahun penjara dan UU Darurat Nomor 12 Tahun 1951, ancamannya 12 tahun penjara.

“Apabila mereka juga positif narkoba akan kita jerat dengan Pasal 112 dan 114 Undang-Undang tentang narkotika,” tutup Iver Son. (*)

Editor: sujarwo
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved