Berita Kabupaten Tegal

11 Pelaku Curanmor Diringkus Polres Tegal Selama Operasi Sikat Jaran, Jatinegara Paling Rentan

Selama 20 hari berlangsungnya operasi jaran tersebut, tertangkap sebanyak 11 tersangka yang berasal dari tujuh TKP berbeda

Penulis: Desta Leila Kartika | Editor: muslimah

TRIBUNJATENG.COM, SLAWI - Sebanyak 11 pelaku pencurian kendaraan bermotor (curanmor) dan penadah berhasil diringkus Satreskrim Polres Tegal, selama Operasi Jaran yang berlangsung mulai tanggal 6 - 26 Juli 2020.

Adapun Operasi Jaran tersebut menyasar kasus pencurian dengan pemberatan (curat), pencurian dengan kekerasan (curas), dan pencurian kendaraan bermotor (curanmor).

Selama 20 hari berlangsungnya operasi jaran tersebut, tertangkap sebanyak 11 tersangka yang berasal dari tujuh TKP berbeda.

Yaitu di Kecamatan Kramat, Jatinegara, Kedungbanteng, Balapulang, Bumijawa, Tarub, dan Margasari.

Kapolres Tegal, AKBP Muhammad Iqbal Simatupang mengatakan, dari 11 tersangka yang diamankan, pihaknya mendapati 12 unit sepeda motor dengan beberapa barang bukti lain seperti BPKB, STNK, tang, kunci kombinasi, handphone, dan lain-lain.

"Untuk kesebelas tersangka ini kami jerat dengan pasal 363 KUHP, 365 KUHP, dan 480 KUHP dengan ancaman penjara maksimal 7 tahun," kata AKBP Iqbal, pada Tribunjateng.com, Senin (3/8/2020).

Meski tidak dijelaskan secara rinci, namun AKBP Iqbal mengatakan kalau para tersangka ini tidak bekerja sendiri dan ada jaringannya.

Sementara ini masih dalam proses pengembangan oleh anggota di lapangan. Karena sampai saat ini masih ada tersangka yang buron dan masih dalam tahap pencarian.

"Jadi yang kami tangkap ini ada pelaku pencurian dan penadah. Adapun masing-masing unit sepeda motor ini pasti dijual dengan harga dibawah pasaran, yaitu kisaran Rp 2 jutaan dan maksimal Rp 3 jutaan per unit," jelasnya.

AKBP Iqbal menyebut, dari tujuh Kecamatan tadi yang paling banyak terdapat kasus pencurian sepeda motor yaitu di Jatinegara ada dua kasus.

Kasatreskrim Polres Tegal, AKP Heru Sanusi menambahkan, para tersangka ini menjual motor hasil curiannya ke daerah Kabupaten Tegal dan luar Kabupaten Tegal.

Dengan media penjualan secara langsung melalui jaringan (penadah), ada juga yang melalui media sosial Facebook.

"Bukti sepeda motor ini diamankan masing-masing, ada yang di rumah tersangka dan juga penadah. Mereka menjual dengan harga dibawah pasaran," imbuhnya. (dta)

Sumber: Tribun Jateng
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved