Breaking News:

Berita Banyumas

Ratusan Motor di Purwokerto Terjaring Razia Knalpot Brong

Razia dilakukan pihak Satlantas Polresta Banyumas di sejumlah jalan di Purwokerto, seperti di sekitaran Andhang Pangrenan dan Jalan Overste Isdiman

Istimewa
Satlantas Polresta Banyumas saat razia kepada para pengguna sepeda motor yang menggunakan knalpot brong pada Senin (3/8/2020) dini hari. 

TRIBUNJATENG.COM, PURWOKERTO - Satlantas Polresta Banyumas menggelar razia kepada para pengguna sepeda motor yang menggunakan knalpot tidak standar 'brong' pada Senin (3/8/2020) dini hari.

Dari kegiatan tersebut, ada ratusan pemotor terjaring razia.

Razia dilakukan pihak Satlantas Polresta Banyumas di sejumlah jalan di Purwokerto, seperti di sekitaran Andhang Pangrenan dan Jalan Overste Isdiman.

Penggunaan knalpot brong ini membuat masyarakat sering mengeluh karena suaranya yang bising.

Bang Bee dan Adiknya Persembahkan 2 Ekor Sapi Kurban untuk Orangtua

Jadwal MotoGP Pekan Ini: Valentino Rossi dan Marc Marquez Masih Berpeluang Juara

Promo Superindo Hari Kerja 3-6 Agustus 2020, Ini Daftar Lengkapnya, Patuhi Protokol Kesehatan Ya

Vanessa Angel Mengadu ke Suami, Ada Orang Obsesi Beli Celana Dalam Bekasnya

"Selain itu penggunaan knalpot memang tidak sesuai standar semestinya," ujar
Kasat Lantas Polresta Banyumas, Kompol Davis Busin Siswara kepada Tribunbanyumas.com, Senin (3/8/2020).

Pihaknya mengatakan jika berdasarkan Undang-Undang Nomor 22 Tahun 2009 tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan, pengguna knalpot 'brong' atau bising diancam pidana kurungan paling lama satu bulan atau denda paling banyak Rp 250 ribu.

Penggunaan knalpot juga sudah diatur dalam Peraturan Menteri Negara Lingkungan Hidup Nomor 7 Tahun 2009 tentang Ambang Batas Kebisingan kendaraan Bermotor Tipe Baru.

"Ada 38 pengguna sepeda motor yang menggunakan knalpot 'brong' kami tilang, kemudian 19 motor kami sita karena tidak dilengkapi surat-surat.

Lalu 234 pengendara mendapat teguran jika mengulangi lagi akan ditilang," pungkasnya.

Pihaknya tidak menutup kemungkinan akan melakukan tindakan tegas terhadap pengendara yang ugal-ugalan.

Kemudian berkendara sambil mabuk, dan berkendara dengan kecepatan tinggi yang berpotensi menimbulkan kecelakaan di jalan raya. (Tribunbanyumas/jti)

Penulis: Permata Putra Sejati
Editor: muslimah
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved