Breaking News:

PSIS Semarang

Ini Sejumlah Pertanyaan PSIS Semarang Saat Manager Meeting LIB Digelar, Termasuk Aspirasi Suporter

Menurut kabar, akan ada manager meeting lanjutan antara 18 klub peserta dan PT. LIB pasca hari raya idul adha

Tribun Jateng/ Eka Yulianti Fajlin
Wakil Ketua DPRD Kota Semarang, Wahyoe Liluk Winarto. 

TRIBUNJATENG.COM, SEMARANG - Manajemen PSIS Semarang berencana akan membawa sejumlah pertanyaan dalam manager meeting bersama PT. Liga Indonesia Baru (PT. LIB) membahas terkait jelang dilanjutkannya kompetisi Liga 1 2020.

Berdasarkan surat edaran PT. LIB beberapa pekan lalu, tertulis lanjutan kompetisi Liga 1 akan dimulai kembali pada 1 Oktober mendatang.

Menurut kabar, akan ada manager meeting lanjutan antara 18 klub peserta dan PT. LIB pasca hari raya idul adha.

Sopir Angkot Ngaku HRD, Perdaya Belasan Gadis, Korban Diminta Bugil untuk Tes Kesehatan & Disetubuhi

Shaloom Razade Putri Wulan Guritno Pulang dari London Langsung Disambut 2 Petugas Swab Test di Rumah

Kekuatan Militer Israel Pun di Bawah TNI! Ini Hasil Survei Mengejutkan yang Bikin Negara Lain Segan

Promo Superindo Hari Kerja 3-6 Agustus 2020, Ini Daftar Lengkapnya, Patuhi Protokol Kesehatan Ya

Dalam manager meeting itu, PSIS berencana akan membawa beberapa pertanyaan. Antara lain mengenai nominal subsidi, hingga kebijakan protokol kesehatan.

"Kita akan tanyakan besaran subsidi yang hanya 800 juta.

Nilai sebanyak itu masih cukup memberatkan, dan kita berharap bisa lebih lah.

Di atas satu mikiar rupiah," terang General Manager PSIS Semarang, Wahyu "Liluk" Winarto kepada Tribunjateng.com.

Selain itu ada beberapa hal yang akan dipertanyakan PSIS dalam manager meeting.

Termasuk usulan suporter PSIS agar lebih baik bermain di Yogyakarta.

Usulan suporter tersebut tersampaikan secara langsung ke manajemen, ketika diadakan sarasehan beberapa waktu lalu di sebuah rumah makan di Kota Semarang.

"Nanti kita sampaikan. Usulan-usulan kita tentunya subsidi, homebase, protokoler kesehatannya bagaimana, swab testnya bagaimana, terus pembiayaan swab bagaimana, pembiayaan terkait misalkan ada pemain yang terkena covid-19 bagaimana," ungkap Liluk. (*)

Penulis: Franciskus Ariel Setiaputra
Editor: muslimah
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved