Petani di Kecamatan Susukan Banjarnegara Panen Raya Kedelai
Petani di Banjarnegara mulai panen kedelai periode kedua tahun ini, terbanyak ditanam di Kecamatan Susukan.
Penulis: khoirul muzaki | Editor: sujarwo
TRIBUNJATENG.COM, BANJARNEGARA - Petani di Banjarnegara mulai panen kedelai periode kedua tahun ini. Kedelai banyak ditanam petani di Kecamatan Susukan, Purwanegara dan Bawang. Semangat petani untuk menanam kedelai ini jadi sinyal positif untuk mewujudkan swasembada kedelai.
Kepala Dinas Pertanian, Perikanan dan Ketahanan Pangan, Totok Setya Winarna mengatakan, sampai saat ini, kebutuhan kedelai dalam negeri masih mengandalkan impor. Penanaman kedelai secara masif oleh petani diharapkan mampu menekan angka impor hingga terwujudnya swasembada.
Totok mengungkapkan, harga kedelai di tingkat petani saat ini berkisar Rp 8 ribu hingga Rp. 9 ribu per kilogram.
“Kita optimistis peningkatan produksi kedelai ini bisa memenuhi kebutuhan dalam negeri sehingga tidak lagi menggantungkan dari impor,” katanya, (4/8)
Data potensi tanaman kedelai di Kabupaten Banjarnegara tahun 2019, dari luas lahan panen sekitar 589,1 hektar, jumlah produksi mencapai sekitar 661,44 ton.
Sedangkan di Kecamatan Susukan, dari luas lahan panen sekitar 77 hektar, jumlah produksi kedelai mencapai sekitar 107,42 ton, atau rata-rata produksi per hektar mencapai sekitar 13,95 kuintal.
Bupati Banjarnegara, Budhi Sarwono, mengingatkan, petani dalam bercocok tanam perlu memerhatikan musim, kondisi tanah serta ketersediaan air di wilayahnya. Ini penting agar hasil usaha pertanian warga bisa lebih maksimal.
Ia mencontohkan, wilayah Kecamatan Susukan khususnya di sisi barat adalah langganan kekeringan tiap musim kemarau. Karena itu, petani di wilayah tersebut perlu melakukan diversifikasi tanaman di luar padi, terutama saat musim kemarau.
Karenanya, ia menganggap tepat langkah para petani di wilayah itu yang sudah menanam komoditas lain di luar padi semisal kedelai, jagung dan tanaman palawija lainnya.
"Hari ini kita panen kedelai, juga jagung sebagai penopang beras,” katanya ketika memimpin panen raya kedelai di lahan kedelai milik kelompok tani di Desa Gumelam Wetan Kecamatan Susukan, Selasa (4/8).
Petani, menurutnya, perlu menguasai keterampilan teknis dalam perawatan, atau pemupukan, sehingga hasil panen akan maksimal.Tetapi itu saja tak cukup. Selain meningkatkan produksi, petani perlu membangun jaringan dan memperluas pemasaran.
“Kita harus pandai mencari terobosan untuk memasarkan hasil,” imbuhnya. (*)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jateng/foto/bank/originals/lahan-kedelai.jpg)