Breaking News:

Pembelajaran Jarak Jauh

Sekolah Pasang Akses Internet Gratis untuk Siswa

Untuk membantu siswa yang kesulitan akses internet untuk pembelajaran online, SMPN 4 Bawang Kabupaten Batang memasang hotspot gratis di beberapa titik

ANTARA
Siswa SMPN 4 Bawang Batang naik atap kamar mandi umum untuk mudah mendapatkan sinyal internet saat mengikuti pembelajaran jarak jauh. 
Siswa SMPN 4 Bawang, Kabupateng Batang, melakukan pembelajaran tatap muka di kelas, Senin (03/08/2020). Selama pandemi Covid-19, mereka berangkat ke sekolah secara bergantian sesuai jadwal yang ditentukan.
Siswa SMPN 4 Bawang, Kabupateng Batang, melakukan pembelajaran tatap muka di kelas, Senin (03/08/2020). Selama pandemi Covid-19, mereka berangkat ke sekolah secara bergantian sesuai jadwal yang ditentukan. (ISTMEWA)

DENGAN penerapan siswa masuk sekolah secara bergantian, sebagian siswa tetap melakukan pembelajaran jarak jauh bagi mereka yang tidak dapat jadwal masuk.
"Kami menerapkan pembelajaran model kombinasi. Untuk pembelajaran dilakukan secara bergantian, antara pembelajaran tatap muka dan pembelajaran jarak jauh atau daring," jelasnya.
Hanya saja, lokasi yanng berkontur perbukitan itu menjadikan kualitas sinyal internet tak terlalu bagus. Karenanya, sekolah yang berada di Desa Pranten Bawang ini cukup kesulitan menerapkan pembelajaran sistem daring.
Selain itu, latar belakang orang tua siswa yang mayoritas petani serta bukan dari kalangan mampu menjadikan mereka merasa keberatan untuk membelikan kuota internet.
"Pembelajaran daring  memang menjadi ujian bagi kami, dari lokasi yang memang susah sinyal juga keadaan ekonomi orang tua yang keberatan membelikan kuota, dampaknya ada siswa yang disuruh keluar orang tua untuk membantu di ladang, bahkan ada yang dinikahkan," kata Mulud Sugito, Kepala SMPN 4 Bawang, Batang, Senin (3/8).
Agar siswa tidak tertinggal pelajaran, pihak sekolah pun telah menerapkan pembelajaran jemput bola ke rumah siswa. Tapi menurutnya, cara tersebut tidak terlalu efektif karena hanya bisa dilajukan sekali dalam seminggu.
"Kami berusaha untuk jemput bola ke rumah siswa, bukan hal yang mudah juga bagi kami. Lantaran daerah yang diakses cukup susah dan tidak sepadan dengan jumlah personel yang terjun ke lapangan," ujarnya.
Kemudian hal itulah yang menjadikan SMP Negeri Bawang berinisiasi untuk menyediakan pemancar jaringan internet gratis untuk siswa.
Dengan anggaran sekitar Rp15,7 juta, sekolah memasang antena mikrotik untuk pemancar jaringan internet. Sehingga siswa bisa mendapatkan hotspot internet secara gratis.
Hotspot ini pun dipasang di beberapa titik, seperti di Dukuh Sigemplong, Dukuh Pranten, Dukuh Rejosari dan Dukuh Bintoro Mulyo.
"Titik lokasi blankspot atau susah sinyal hampir merata di setiap dukuh, sehingga kami memasang hotspot gratis di empat dukuh. Sehingga siswa juga bisa menikmati pembelajaran daring yang lebih nyaman, dan tidak menyusahkan orang tua," imbuhnya.
Dikatakan Sugito, meski cuaca berkabut tebal saat diuji kecepatan mencapai 13,34 mbps dan saat cuaca cerah mencapai 30 mbps.
"Untuk mengantisipasi penyalahgunaan, tim IT kami sudah melakukan pemblokiran situs terlarang, dan hotspot internet ini tersedia 24 jam baik untuk jalur local host maupun internet backbone wireless," pungkasnya. (din)

Penulis: dina indriani
Editor: moh anhar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved