Breaking News:

Berita Sragen

43.434 Pemilih di Sragen Tidak Memenuhi Syarat Ketika Dicoklit

Sebanyak 43.434 pemilih di Sragen Tidak Memenuhi Syarat (TMS). Data tersebut berdasarkan laporan Coklit tahap II Pilkada.

Tribun Jateng/ Mahfira Putri Maulani
Petugas Pemutakhiran Data Pemilih ketika memeriksa data keluarga Bupati Sragen Kusdinar Untung Yuni Sukowati beberapa waktu lalu 

TRIBUNJATENG.COM, SRAGEN - Sebanyak 43.434 pemilih di Sragen Tidak Memenuhi Syarat (TMS). Data tersebut berdasarkan laporan Coklit tahap II pemilihan bupati dan wakil bupati Sragen 2929.

Divisi Data dan Informasi KPU Sragen, Prihantoro Prasetyo Eko Nagoro ketika ditemui diruang kerjanya menyampaikan TMS meliputi meninggal dunia, pindah domisili, alih status TNI atau Polri pasca pensiun dan bukan penduduk.

"Bukan penduduk kasusnya di DP4 data dari Capil itu ada warga atas nama tersebut tapi begitu di Coklit ternyata tidak ada, pak RT juga tidak kenal."

"Contoh kasus dulu KK di situ rumah di situ bersama rumah orang tua tapi kemudian pindah dan tidak laporan RT," kata Prihantoro, Rabu (5/8/2020).

Dirinya menyampaikan untuk TMS paling banyak saat ini ialah meninggal dunia, dirinya memperkirakan 20%.

"Kemungkinan 20% kasaran-nya. Dari capil sendiri menyampaikan kalau tidak ada laporan bahwa yang bersangkutan meninggal dunia dianggap masih hidup sehingga proses coklit bisa lebih update," lanjut dia.

Selama 20 hari pelaksanaan Coklit sebanyak 83% sudah tercoklit. Dari jumlah pemilih 780.947 sebanyak 132.760 orang belum di Coklit, sementara itu pemilih cocok diangka 588.615.

Pemilih ubah data sejauh ini sebanyak 9.577 orang. Prihantoro menyampaikan ubah data seperti salah satu pemilih yang awalnya satu keluarga dengan orang tua namun sang anak sudah menikah dan memiliki KK sendiri sehingga harus update NKK.

Dirinya menyampaikan data ganda dipastikan hampir tidak mungkin karena dari sistem yang baru langsung nama sama akan otomatis terdeteksi oleh sistem.

"Kalau ada data ganda dipastikan hampir tidak mungkin dari sistem akan mental, jadi saat kita unggah data ganda sistem langsung menolak jika data ganda identik."

Halaman
12
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved