Breaking News:

Berita Human Interest

Di Usia 59 Tahun, Bu Guru di Kendal IniTak Kenal Lelah Menjalankan Tugas, Tiap Hari Datangi Siswanya

Dengan tekun, ia mengajari setiap anak khusus kelas 1 SDN 1 Galih agar bisa berhitung, menulis dan membaca

Penulis: Saiful Ma'sum | Editor: muslimah

Saya punya 15 siswa dan saya bagi pada 4 rumah dengan durasi pembelajaran sekitar setengah jam," terang Bu Tun di Kendal, Rabu (5/8/2020).

Sebelum pembelajaran visit home, dirinya sudah mempraktikkan pembelajaran daring maupun luring.

Pembelajaran daring dilakukan melalui WhatsApp sedangkan luring berupa penugasan yang diambil oleh masing-masing orangtua siswa.

Kata Jumarotun, kedua metode itu tak berhasil membuat anak didiknya faham dan mengerti pelajaran. Skema daring dirasa lebih berat untuk diterapkan pada siswa kelas satu sekolah dasar.

Para siswa kesulitan dalam memahami pelajaran khususnya hitung-hitungan dan cenderung mengandalkan bantuan orangtua. Sedangkan skema pemberian tugas tak berjalan maksimal lantaran tak semua orangtua punya waktu untuk mengambil tugas di sekolahan.

"Itu yang saya terapkan di semester kemarin. Pada awal semester ini, saya inisiatif untuk mengajarnya langsung tatap muka.

Saya juga minta ijin orangtua siswa dan pemilik rumah untuk dijadikan tempat pembelajaran, setiap tempat diikuti 3 dan 4 siswa," ceritanya.

Dengan segudang pengalaman menjadi tenaga pendidik selama 39 tahun, ketelatenan Bu Tun dalam mengajar dan menuntun siswa tidak diragukan lagi. Para siswanya pun dilatih untuk aktif bertanya dalam proses pembelajaran.

Ia berharap melalui apa yang ia lakukan dapat melatih anak untuk bisa menguasai materi lebih cepat dan maksimal, khususnya dalam menulis, membaca, dan menghitung.

"Untuk hari Sabtu kita kasih tugas, Minggunya istirahat. Karena tidak semua siswa mempunyai kemampuan yang sama.

Halaman
123
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved