Breaking News:

Berita Banyumas

Sidang Putusan Penolakan Jenazah di Banyumas, Terdakwa Dijatuhi Hukuman Penjara 3 Bulan 15 Hari

Terdakwa Khudlori adalah satu dari 7 terdakwa kasus penolakan jenazah covid-19 di Banyumas

TribunJateng.com/Permata Putra Sejati
Suasana sidang putusan terdakwa kasus penolakan pemakaman jenazah covid-19 di PN Banyumas secara virtual pada Kamis (6/8/2020). 

TRIBUNBANYUMAS.COM, BANYUMAS - Terdakwa kasus penolakan pemakaman jenazah pasien covid-19 di Banyumas Khudlori (57) menjalani sidang putusan pada, Kamis (6/8/2020).

Sidang dilaksanakan secara virtual di Pengadilan Negeri Banyumas.

Terdakwa didakwa melakukan penggalangan massa untuk menolak pemakaman jenazah pasien positif covid-19 pada 31 Maret 2020 di Desa Kedungwringin, Kecamatan Patikraja, Kabupaten Banyumas.

Duduk Perkara Tagihan Listrik Seorang Warga Tembus Rp 19 Juta, Ini Penjelasan PLN 

Kemenkes Sebut Obat Covid-19 Buatan Hadi Pranoto Jamu, Hanya untuk Penyakit Komorbid

Update Virus Corona Jawa Tengah Kamis 6 Agustus 2020

Promo Superindo Hari Kerja 3-6 Agustus 2020, Ini Daftar Lengkapnya, Patuhi Protokol Kesehatan Ya

Terdakwa yang merupakan ASN diancam pidana sebagaimana ketentuan Pasal 14 Ayat (1) Undang-Undang RI Nomor 4 Tahun 1984 tentang Wabah Menular.

Terdakwa Khudlori adalah satu dari 7 terdakwa kasus penolakan jenazah covid-19 di Banyumas.

Dimana 4 orang terdakwa menjalani sidang di Pengadilan Negeri Banyumas dan 3 lainnya menjalani sidang di Pengadilan Negeri Purwokerto.

Setelah melakukan serangkaian persidangan Majelis Hakim Pengadilan Negeri Banyumas memutuskan bahwa terdakwa Khudlori terbukti secara sah dengan sengaja menghalangi pemakaman korban covid-19.

Ketua Majelis Hakim Ardhianti Prihastuti didampingi hakim anggota Randi Jastian dan Afandi Suryo Negero membacakan putusan bahwa terdakwa dijatuhi hukuman pidana penjara selama 3 bulan 15 hari dengan denda sebesar Rp 500 ribu rupiah subsider satu bulan penjara.

Putusan hakim tersebut lebih ringan dari tuntutan jaksa yang menuntut terdakwa dengan pidana penjara selama tujuh bulan.

"Akan tetapi jika dilihat dari sisi hukum kami akan pikir-pikir dulu 7 hari.

Apakah akan melanjutkan upaya hukum lagi atau menerima putusan," ujar Penasehat hukum terdakwa, Sarjono kepada Tribunbanyumas.com, Kamis (6/8/2020).

Penasehat hukum terdakwa mengungkap kasih atas putusan yang disampaikan karena jika dilihat dari sisi kemanusiaan dirasa cukup baik. (Tribunbanyumas/jti)

Penulis: Permata Putra Sejati
Editor: muslimah
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved