Breaking News:

Berita Wonosobo

KPL Dilarang Layani Pembeli Pupuk Bersubsidi dari Luar Wilayahnya

Kios Pupuk Lengkap (KPL) di Wonosobo dilarang melayani pembelian pupuk bersubsidi dari luar wilayahnya mulai tanggal 1 Agustus 2020.

Dok. Humas Kementerian Pertanian RI
Ilustrasi pupuk bersubsidi untuk petani yang punya Kartu Tani 

TRIBUNJATENG.COM, WONOSOBO - Kios Pupuk Lengkap (KPL) di Wonosobo dilarang melayani pembelian pupuk bersubsidi dari luar wilayahnya mulai tanggal 1 Agustus 2020.

Mereka diminta untuk mencermati daftar Rencana Definitif Kebutuhan Kelompok (RDKK).

Jika ada calon pembeli yang namanya tidak tercantum di daftar itu, maka pengusaha wajib menolak atau tidak melayaninya.

Hari Bahagia Sekejap Berganti Duka, Calon Pengantin Pria Tewas Ditonton Mempelai Wanita Jelang Akad

September Bantuan Pemerintah Rp 2,4 Juta Ditransfer Langsung ke Rekening Karyawan, Ini Mekanismenya

Inilah Sosok Vivi Anna Wanita Indonesia Ditipu dan Diperas Mantan Pacar WNA Iran, Janji Menikahi

Ganjar Pranowo Senyum-senyum Sendiri Baca Surat dari Kayla, Putuskan Datang ke Salatiga: Ini Unik

"RDKK-nya tolong disimak, jika nama orang yang akan menebus pupuk tersebut, tidak tertera di sana maka wajib ditolak," demikian di tegaskan Asisten Sekda Bidang Ekonomi Pembangunan, Sumaedi yang merangkap sebagai Plt Kepala Dinas Pangan Pertanian dan Perikanan Kabupaten Wonosobo (6/8)

Bupati Wonosobo Eko Purnomo mengungkapkan, kebijakan ini dibuat bukan tanpa alasan. Ini berangkat dari berbagai peristiwa penyimpangan distribusi pupuk bersubsidi, sehingga berdampak negatif yang merugikan berbagai pihak, terutama petani.

Ia pun menyinggung efektivitas Kartu Tani, salah satunya untuk menjamin penyaluran pupuk bersubsidi sampai ke tangan petani. Melalui program Kartu Tani, penyaluran pupuk bersubsidi diharapkannya akan lebih tepat sasaran.

Ia pun mengimbau para petani yang belum terdaftar di dalam Rencana Definitif Kebutuhan Kelompok (RDKK), agar segera menghubungi kelompok tani terdekat. Sehingga bisa menerima manfaat program ini.
Ia juga meminta BRI Unit di seluruh kecamatan, agar berkoordinasi dengan PPL kecamatan untuk segera membagikan kartu tani, mendata serta memperbaiki kartu tani yang tidak berfungsi.

"Pastikan, alat Electronic Data Capture (EDC) seluruh KPL dapat berfungsi dengan baik. Dan lakukan asistensi secara berkala terhadap kemampuan KPL dalam mengoperasikan EDC,"katanya

Para produsen dan distributor juga diminta untuk melakukan pengendalian dan pembinaan terhadap KPL. Sehingga dalam melayani penebusan pupuk bersubsidi, sesuai dengan ketentuan yang berlaku.

Komisi Pengawasan Pupuk dan Pestisida (KP-3) Kabupaten Wonosobo juga diminta meningkatkan pengawasan distribusi pupuk, dengan melakukan pemantauan secara intensif. (aqy)

Gugatan Nenek Renta dan Buta Huruf Ini Dikabulkan Hakim PTUN Semarang

Andaniyati Senang Anaknya Dapat Pinjaman Tablet dari Sekolah

Arief Sebut Penanaman Nilai Pancasila Masih Jadi Pekerjaan Rumah Bangsa

Tercatat 3.254 Pelanggar Terjaring Dalam Operasi Patuh Candi 2020 di Banyumas

Penulis: khoirul muzaki
Editor: muh radlis
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved