Sabtu, 6 Juni 2026
Wonosobo Hebat
Selamat Datang di Superhub Pemkab Wonosobo

Dishub Solo akan Terapkan Contraflow untuk BST Mulai dari Gladag-Gendengan

Dishub Solo akan berlakukan contraflow untuk jalur Batik Solo Trans (BST) di sepanjang Jalan Slamet Riyadi.

Tayang:
Penulis: Agus Iswadi | Editor: sujarwo
Tribun Jateng/Agus Iswadi
Ilustrasi: Launching program layanan transportasi bersubsidi antara Kementerian Perhubungan (Kemenhub) dengan Pemerintah Kota (Pemkot) Solo di Balai Kota Solo. 

TRIBUNJATENG.COM, SOLO - Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Solo akan memberlakukan contraflow untuk jalur Batik Solo Trans (BST) di sepanjang Jalan Slamet Riyadi tepatnya mulai dari Gladag hingga Gendengan.

Sebelumnya, Kementerian Perhubungan (Kemenhub) menjalin kerja sama dengan Pemerintah Kota (Pemkot) Solo guna menyediakan layananan transportasi bersubsidi yang aman dan nyaman.

Melalui program buy the service, masyarakat yang berkunjung ke Kota Bengawan dapat memanfaatkan moda transportasi Batik Solo Trans (BST) secara gratis hingga akhir tahun ini. Untuk mematangkan layanan tersebut, Dishub telah mempersiapkan sarpras pendukung. Di antaranya rekayasa lalu lintas berupa contraflow.

"Contraflow BTS itu akan dimulai titik awal Gladak-Gendengan (Jalan Slamet Riyadi). Dimana akan menggunakan satu lajur sisi paling selatan. Tepatnya sisi utaranya jalur rel kereta api," kata Kabid lalulintas dishub solo, Ari Wibowo saat dihubungi Tribunjateng.com, Sabtu (8/8/2020).

Namun pihaknya masih berkoordinasi dengan Bidang Angkutan, PT BST maupun pelaksana kegiatan terkait waktu penerapannya. Direncanakan jalur tersebut akan dilalui armada BST yang melayanai koridor I.

Kendati demikian, pihaknya telah melakukan beberapa kajian terkait keselamatan dan manajemen lalu lintas berupa pengaturan ulang traffic light. Begitu juga sarpras pendukung seperti markah jalan maupun rambu. Selain itu diujung trafiic light nantinya juga akan dipasang water barier.

"Kami baru menyiapakn dua kajian. Pertama setting ulang trafiic light, kedua kajian keselamatan. Masyarakat (pengguna jalan), biasanya dari selatan Jalan Bhayangkara, Yos Sudarso yang hendak belok kanan menuju Jalan Slamet Riyadi kadang ambil sisi kanan. Padahal itu nanti akan digunakan BST. Siapa tahu saat itu BST sedang berhenti atau mendekat kan bahaya," ungkapnya.

Ari menambahkan, dengan sistem contraflow tersebut, nantinya juga akan ada penambahan halte di sisi selatan jalan. Berdasarkan informasi yang diterimanya, armada BST yang melintas di jalur tersebut bus tipe low deck. Sehingga tidak perlu ada penambahan halte berbentuk rumah seperti sebelumnya.

"Nanti ada bus baru, informaisnya bus beda dengan yang saat ini. Jadi tipe low deck. Jadi tidak dibutuhkan halte yang besar," pungkasnya. (*)

Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved