Jumat, 8 Mei 2026
Wonosobo Hebat
Selamat Datang di Superhub Pemkab Wonosobo

Berita Regional

Pria Ini Bakar Rumah Suami Pacarnya demi Cari Perhatian dan Tunjukkan Keseriusan

Andy menduga munculnya si jago merah bukan tanpa sebab. Keluarga adiknya diserang seseorang dengan cara dibakar.

Tayang:
PIXABAY/Myriams-Fotos
Ilustrasi kebakaran 

TRIBUNJATENG.COM, TANGSEL - Pebakaran rumah terjadi di bilangan Jalan Purnawarman, Pisangan, Ciputat Timur, Tangerang Selatan (Tangsel), Selasa (5/8/2020).

Herman selaku pemilik rumah bersama ibunya Nursiyah (62), dan anaknya Keysha (12) menderita luka bakar.

Kejadian tersebut bermula saat Andy, kakak dari Herman, melaporkan kebakaran itu ke Polsek Ciputat sehari setelah kejadian.

Ormas Solo Protes Keras Logo HUT ke-75 RI Karena Menyerupai Simbol Salib

Kisah Ayah Curi HP Demi Anak Sekolah Online, Pemilik HP Lemas Setelah Lihat Kondisi Keluarga Pencuri

Ini Biodata Woro Widowati Asal Magelang Sedang Viral, Penyanyi Terpopuler 2020 Spesialis Cover Lagu

Nagita Slavina Teriak Histeris saat Bertemu Ariel Noah, Puji Ganteng hingga Salah Tingkah

Andy menduga munculnya si jago merah bukan tanpa sebab.

Keluarga adiknya diserang seseorang dengan cara dibakar.

Laporan bersambut, Unit Reskrim Polsek Ciputat bergerak, mengumpulkan bukti dan keterangan saksi.

Benar saja, seorang pria bernama Sutanto (ST) ditangkap aparat Reskrim Ciputat terkait dugaan pembakaran rumah Herman, di bilangan Cinere, Depok, Kamis (6/8/2020).

Dari penangkapan Sutanto terungkap bahwa rumah Herman bukan terbakar, melainkan dibakar.

Kapolsek Ciputat, Kompol Endy Mahandika, mengungkapkan, motif dari Sutanto membakar rumah Herman karena urusan percintaan.

Endy memaparkan, Herman memiliki istri bernama Sumarni.

Namun, hubungan mereka tidak berjalan baik hingga pisah ranjang dan sudah dalam pengajuan cerai di Pengadilan Agama Tigaraksa.

Sementara, Sutanto adalah teman SMP Sumarni yang pernah cinta monyet dan kembali bertemu pada tahun 2017.

Sejak saat itu, hubungan Herman dan Sumarni renggang, Sutanto masuk dan menjalin asmara.

Mulai 2017 sampai awal 2020 ini, Sutanto dan Sumarni sempat tinggal satu atap meskipun belum menikah, karena belum ada putusan cerai.

"ST (Sutanto) dan SM (Sumarni) ketemu itu di tahun 2017 kemudian di tahun 2018 bulan Mei mereka hidup bersama sampai bulan Juni 2018.

Kemudian SM meninggalkan ST pelaku, kemudian kembali ketemu lagi di 2018 November sampai Januari 2019 itu hidup bersama."

"Kemudian Januari SM meninggalkan ST lagi, kembali lagi ketemu di januari 2020, jadi satu tahun dari januari 2019 sampai januari 2020 tidak ketemu, sampai hidup bersama Juni 2020 kemarin," papar Endy saat gelar rilis kasus pembakaran tersebut di Mapolsek Ciputat, Jumat (7/8/2020).

Setelah Juni 2020 itu, Sumarni kembali menghilang, Sutanto pun kesulitan mencari.

Pesan singkat dan teleponnya tidak pernah digubris, walaupun Sutanto sudah menyatakan serius mencintai dan akan mengajak Sumarni ke pelaminan usai urusan perceraiannya rampung.

Tidak kunjung mendapat jawaban, Sutanto berbuat gila untuk mencari perhatian menunjukkan keseriusannya kepada Sumarni.

Pria yang sehari-hari bekerja sebagai pengemudi ojek online itu malah melampiaskannya dengan membakar rumah Herman.

"Nah pada akhirnya ST melakukan pengancaman serius untuk hubungan dengan SM, tapi tidak digubris.

Pada akhirnya ST dongkol melakukan peringatan dengan hanya ingin menurut pengakuan ST bahwa dia tidak main-main.

Dilakukanlah pembakaran di rumah tersebut (rumah Herman) yang mana seperi kita ketahui itu ada korban di dalamnya," jelasnya.

Kanit Reskrim Polsek Ciputat, Iptu Erwin Subekti mengatakan, Sutanto membakar rumah Herman pada pukul 03.00 WIB.

Sutanto datang membawa dua jeriken bensin dan menuangkan ke bagian depan rumah Herman.

Kemudian, bensin tersebut diarahkan rangkaian korek batang yang diikat sedemikian rupa dengan obat nyamuk.

Obat nyamuk menjadi sumbu yang kemudian membakar korek dan apinya menjalar melalui ceceran bensin yang sudah dituang.

"Pentol korek api ini dia simpan di obat nyamuk bundar.

Kemudian menjalar dan membakar korek ini.

Dan menyambar ke bensin.

Otomatis ke jeriken yang ada bensinnya.

Kan di situ jerikennya terbakar, meledak dan kemudian terkena ke pintu.

Dan kena ke bagian yang lain," ujar Erwin saat gelar rilis kasus pembakaran rumah tersebut di Mapolsek Ciputat, Jumat (7/8/2020).

Hal itupun dikonfirmasi oleh Sutanto yang diberi kesempatan berbicara kepada awak media.

Sutanto mempelajari cara membakar tersebut secara otodidak.

"Sendiri, belajar sendiri, ngedadak gitu aja. Karena obat nyamuk kan nyalanya menjalar kena pentol korek kan juga menyala," ujar Sutanto.

Meski Sutanto mengaku hanya berniat memberi peringatan, namun bensin yang digunakannya sangat banyak.

"Dua jeriken ya delapan liter lah kurang lebih," ujarnya.

Menyesal

Sutanto menyesal, amarahnya untuk mencari perhatian sang pacar berujung korban luka parah dan penjara.

Akibat aksinya tersebut bukan hanya menyebabkan rumah terbakar, juga menimbulkan korban luka bakar, yakni Herman, ibunya Nursiyah (62) dan anaknya Keysha (12).

Yang terparah Keysha, 80% tubuh anak itu hangus.

Sutanto mengungkapkan penyesalannya saat diberi kesempatan berbicara oleh Kapolsek.

"Pingin memberikan peringatan, tapi setelah saya tahu anaknya juga menjadi korban, saya menyesal," ujar Sutanto yang mengenakan pakaian pranye bertuliskan "Tersangka".

Atas perbuatannya, Sutanto dijerat pasal 187 ayat 1e dan 2e KUHP tentang pembakaran dengan ancaman 15 tahun penjara. (*)

Artikel ini telah tayang di Tribunnews.com dengan judul Kisah Cinta Seorang Pria di Ciputat Berujung Aksi Pembakaran Rumah Hingga Satu Keluarga Terluka

Mudah-mudahan Lesti Kejora Jodoh sama Rizky Billar, Kata Ramzi

Sebelum Menikah, Sebaiknya Lakukan 5 Tes Kesehatan Ini

Jessica Iskandar Mau Nangis Setelah Jawab Pertanyaan soal Richard Kyle, Ivan Gunawan: Sudahlah!

Enam Begal Digulung, Saat Beraksi Acungkan Celurit

Sumber: Tribunnews.com
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved