Wonosobo Hebat
Selamat Datang di Superhub Pemkab Wonosobo

Kesehatan

Adit Alami Kapas Terlepas di Dalam Telinga

Setelah dirimu mengikuti/menggambar motif, lalu tunjukan dengan baru. Sesuikan juga kewalahan dengan membuat tokok2di rj,ja,ta

Penulis: Akhtur Gumilang | Editor: moh anhar
brightside.me
Kotoran telinga kering 

TELINGA merupakan salah satu bagian tubuh yang memerlukan perawatan khusus dan rutin. Satu di antaranya adalah membersihkan kotoran di telinga.
Kotoran atau serumen yang dihasilkan oleh kelenjar dalam saluran telinga umumnya dapat keluar dengan sendirinya. Hal ini terjadi karena adanya gerakan sensorik yang dilakukan tulang daerah telinga seperti gerakan mengunyah dan menelan.
Meski begitu, banyak orang tak puas hanya menunggu kotoran telinga keluar secara alami. Tak jarang orang berinisiatif membersihkan telinganya sendiri dengan cotton buds, kapas, dan sejenisnya. Hal itu dilakukan dengan maksud supaya kotoran pada telinga bisa terangkat maksimal.
Putra Aditya, adalah satu di antaranya banyak orang lainnya yang suka membersihkan kotoran telinganya sendiri. Pria berusia 31 tahun ini biasanya membersihkan telinga sehabis mandi.
"Berarti, dua kali sehari minimalnya. Pokoknya habis mandi aja. Soalnya, telinga kalau kondisinya basah ga enak. Bikin gatel. Ya enak ajak kalau dikorek-korek. Apalagi kalau dapat kotorannya," ungkap laki-laki yang akrab disapa Adit ini.
Adit bilang dalam membersihkan telinganya, ia hanya memakai cotton buds. Namun, dia memilih cotton buds berukuran tidak besar, alias yang batangnya tipis. Dia suka memakai cotton buds tipis supaya bisa menjangkau lebih dalam lagi.
Selain itu, tipikal kotoran telinga Adit yang berjenis kering pun cukup susah diangkat. Alhasil, ia merasa tepat memilih cotton buds tipis. Adit merasa ada kepuasan dan kenikmatan tersendiri saat membersihkan kotoran telinganya, apalagi jika bisa terangkat.
"Ada geli-gelinya gitu, tapi enak. Kalau saya pakai cotton buds tipis biar bisa menjangkau kotoran yang berada lebih dalam lagi. Sebenarnya, saya paham itu kurang baik," ungkap warga Kecamatan Gunungpati, Kota Semarang itu.
Dari kebiasaan ini, Adit mengaku memang sempat memiliki pengalaman buruk. Sekitar setahun lalu, ia harus pergi ke dokter THT karena kapas pada cotton buds yang ia pakai untuk korek-korek malah tertinggal di dalam telinga.
Dia merasa, kapas yang ada di cotton buds tersebut tidak cukup lekat sehingga terlepas dan tertinggal di dalam telinganya. Otomatis, kata Adit, hal ini hanya bisa diselesaikan dengan tindakan medis.
Adit bercerita, untuk ketiga kalinya ini ia datang ke dokter THT. Jauh sebelum kejadian ini, ia sempat dibawa juga karena sering mengorek-ngorek telinga pakai bulu ayam.
Ternyata, lama kelamaan, telinga Adit seakan merasa terbendung atau terhambat oleh kotoran maupun sesuatu. Ia pun tak tahan dengan kondisinya itu. Singkat cerita, dia dibawa ke THT dan ternyata bulu-bulu ayam yang sering ia pakai banyak tertinggal juga di dalam telinga.
"Awalnya, enak geli-geli gitu. Ternyata, sedikit demi sedikit, bulu ayamnya lepas dan menempel di kulit saluran telinganya. Itu mulai sangat kerasa saat telinga saya terasa berat, seakan banyak kotoran. Itu kejadian lama banget, mungkin sepuluh tahun yang lalu. Makannya, kalau sekarang, saya pakai cotton buds saja. Sebelum dipakai, dilihat dulu kapasnya kuat atau tidak," urainya.
Sementara, Bella Novrianti punya cerita berbeda dengan perawatan pada telinganya. Sebenarnya, Bella, panggilannya tidak begitu peduli dengan kotoran telinganya. Dia pun tak setiap hari harus membersihkan telinga.
Biasanya, Bella hanya membersihkan telinga paling banter seminggu dua atau sampai tiga kali. Itu pun, kata Bella, seringnya hanya membersihkan bagian daun telinganya saja.
"Kalau bersihin di bagian dalam telinga, saya kayaknya jarang banget. Paling, saya bersihin bagian dalam telinga kalau baru selesai perjalanan jauh gitu. Perjalanan antar kota," kata dara berusia 29 tahun itu.
Bella menambahkan, sehabis perjalanan jauh, ia merasa kurang tuntas jika belum membersihkan telinga sehabis mandi. Namun, dia mengaku, langkah yang dilakukannya cukup efektif saat membersihkan kotoran telinga di bagian dalam sehabis perjalanan jauh.
"Sebab, saya dapat kotorannya cukup banyak kalau habis perjalanan jauh. Tapi, kalau misal tidak jalan-jalan jauh, ya saya normal aja. Saya tipikal orang yang tak sampai setiap hari harus mengorek-ngorek telinga karena seperlunya saja. Lagian, sering dikorek juga berbahaya. Ga baik," pungkas warga Kecamatan Ungaran Barat, Kabupaten Semarang itu. (gum)

Sumber: BolaStylo.com
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved