Breaking News:

Enam Desa di Kudus Belum Cairkan BLT Dana Desa

Sedikitnya enam desa di Kabupaten Kudus belum mencairkan Bantuan Langsung Tunai (BLT) Dana Desa (DD) tahap III.

Tribun Jateng/ Saiful Masum
Sejumlah warga Kendal mengantre panggilan pengambilan BLT DD, Jumat (15/5/2020). 

TRIBUNJATENG.COM, KUDUS - Sedikitnya enam desa di Kabupaten Kudus belum mencairkan Bantuan Langsung Tunai (BLT) Dana Desa (DD) tahap III.

Enam desa tersebut yakni Desa Gamong dan Sidorekso, Kecamatan Kaliwungu. Kemudian Desa Pasuruhan Kidul dan Jati Kulon, Kecamatan Jati, serta Desa Kutuk Kecamatan Undaan. Satu lagi Desa Klumpit, dari Kecamatan Gebog

Kasi Keuangan dan Aset Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (PMD) Kudus, Slamet, mengatakan, enam desa itu tengah melaksanakan Musyawarah Desa (Musdes) untuk memperbaharui data penerima.

Pasalnya terdapat sejumlah penerima ada yang mundur ataupun dalam perjalanannya meninggal dunia.

"Jika yang meninggal memiliki ahli waris maka akan diteruskan ahli warisnya, jika tidak maka bantuannya berhenti," jelasnya, Senin (10/8/2020).

Sampai saat ini, sudah ada sebanyak 117 desa yang mencairkan BLT DD tahap ketiga sebesar Rp 13,2 miliar.

"Total penerima sebanyak 22.046 kepala keluarga," ujar dia.

Selain itu juga ada sebanyak 23 kepala keluarga (KK) yang menolak bantuan tersebut, dengan total nilai sebesar Rp 13,8 juta.

"Ada yang karena tidak mau menerima, ada yang memang karena penerima sudah meninggal," ujarnya.

Sebelumnya, Kepala Kantor Pelayanan Perbendaharaan Negara (KPPN) Kabupaten Kudus,‎ Wawan Hermawan, ‎menjelaskan, pencairan anggaran dana desa pada semester I mencapai 71 persen atau sebesar Rp 105 miliar dari pagu sebesar Rp 147,8 miliar.

"Realisasi pencairan dana desa di Kudus lebih rendah 9 persen dibandingkan Kabupaten Jepara dan Demak yang mencapai 80 persen," ujar dia.

Alokasi dana desa yang sebelumnya dipakai untuk infrastruktur selama masa pandemi ini juga dialihkan untuk bantuan langsung tunai (BLT) kepada masyarakat terdampak.
‎‎
"Selama masa pandemi ini juga kami tidak melayani proses tatap muka. Jadi untuk proses pencairan cukup melalui online," jelas dia. (*)

Penulis: raka f pujangga
Editor: sujarwo
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved