Breaking News:

Virus Corona Jateng

Tak Pakai Masker di Banyumas, Siap-Siap Hukuman Push Up Hingga Squat Jump

Warga yang tidak memakai masker kemudian dicatat datanya sesuai kartu Identitas yang dimiliki

Istimewa
Razia penertiban penggunaan masker Di Pasar Desa Sirau, Kecamatan Kemranjen, Banyumas pada Senin (10/8/2020). 

TRIBUNJATENG.COM, PURWOKERTO - Gugus Tugas Covid-19 Kemranjen menggelar  razia penertiban penggunaan masker Di Pasar Desa Sirau pada Senin (10/8/2020).

Kegiatan tersebut adalah dalam rangka pencegahan penyebaran covid-19.

"Sasaran kegiatan ini adalah warga yang tidak memakai masker saat melintas di jalan, yang menggunakan kendaraan bermotor roda empat dan roda dua.

Termasuk juga para pesepeda, dan pejalan kaki," ujar Kabid humas pemda Banyumas, Parsito kepada Tribunbanyumas.com, Senin (10/8/2020).

Tim yang bertugas adalah dari Gugus Tugas Covid-19 Kecamatan Kemranjen bersama Koramil 11 Kemranjen, Polsek Kemranjen, Mahasiswa dari UMP, IAIN Purwokerto dan Unnes.

Warga yang tidak memakai masker kemudian dicatat datanya sesuai kartu Identitas yang dimiliki.

Ada berbagai alasan yang disampaikan mereka yang tidak memakai masker, seperti  lupa, hilang atau rusak.

Namun, petugas juga memberikan masker secara gratis bagi yang tidak memakai masker. 

Warga yang tidak mengenakan masker mendapatkan sangsi moral seperti mengucapkan Pancasila dan menyanyikan Lagu Indonesia Raya.

Tindakan hukuman fisik juga diberikan, seperti Push Up, Sit Up dan Squat Jump.

Bila tidak mampu melakukan ini, biasanya petugas memerintahkan Sikap Tobat (nungging) selama 15 Menit, dengan salah satu Tangan atau Kaki diangkat.

Tujuan diberikan sanksi di tempat agar selalu ingat memakai masker saat keluar rumah dimanapun dan kapanpun. (Tribunbanyumas/jti)

Penulis: Permata Putra Sejati
Editor: muslimah
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved